Datangkan 500 TKA China, Kebijakan 2 Menteri Jokowi, Luhut Pandjaitan dan Ida Fauziah Tuai Protes
Keputusan mendatangkan 500 tenaga kerja asing asal China ( TKA China ) di tengah pandemi Corona menuai kritik keras.
Datangkan 500 TKA China, Kebijakan 2 Menteri Jokowi, Luhut Pandjaitan dan Ida Fauziah Tuai Protes
POS-KUPANG.COM - Keputusan mendatangkan 500 tenaga kerja asing asal China ( TKA China ) di tengah pandemi Corona menuai kritik keras.
Sulawesi Tenggara lagi-lagi jadi perhatian di tengan pandemi Covid-19.
Masalahnya sama soal rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing atau TKA asal China.
Padahal beberapa bulan lalu, ada 49 TKA asal China juga masuk ke Sulawesi Tenggara.
Kini lebih besar yakni 500 TKA China rencana akan datang ke Provinsi Sulawesi Tenggara di Konawe Selatan
Tidak butuh waktu lama, warga Sultra langsung protes.
Bahkan sepertinya 500 TKA China itu harus 'langkahi' Ketua DPRD Sultra dulu kalau mau masuk, meski Luhut dan Ida Fauzi sudah izinkan
Ditengah wabah Corona, dimana pemerintah menerapkan PSBB termasuk transportasi, justru mau menerima TKA datang.
Rencana kedatangan 500 TKA China ini untuk dipekerjakan di dua perusahaan tambang nikel yang ada di Sultra, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.
Dua Menteri Jokowi langsung jadi bulan-bulanan.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah
Jokowi malah lagi-lagi dinilai terlalu "lembek" oleh Komisi IX DPR RI jika berhadapan dengan investor asing asal China.
Dilansir dari Kompas.com, berikut 5 fakta menarik terkait keresahan masyarakat dengan rencana kedatangan 500 orang TKA China, berikut ulasannya.
1. Tidak datang dalam waktu dekat