Update Corona Kota Kupang

Update Corona Kota Kupang : ODP Semakin Meningkat, Ini Penjelasan Kepala Dinkes Kota Kupang

Makanya jumlah ODP naik. Mereka kembali mengisi format keluhan dan dimonitor oleh petugas surveilans kami

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
drg. Retnowati Kadis Kesehatan Kota Kupang di ruang kerjanya, Senin (9/9/2019). 

Update Corona Kota Kupang : ODP Semakin Meningkat, Ini Penjelasan Kepala Dinkes Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melalui Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang terus memperbarui data Monitor Harian Kewaspadaan Infeksi Covid-19.

Berdasarkan data terakhir yang dihimpun per Minggu (29/3/2020) pukul 18.00 WITA, jumlah ODP mengalami peningkatan.

Pada hari sebelumnya, ODP di Kota Kupang berjumlah 91 orang dengan 24 orang selesai dipantau. Kemudian, naik menjadi 106 orang, dengan 28 orang selesai dipantau.

Sedangkan jumlah pelaku perjalanan dari daerah terjangkit sebanyak 344 orang dan yang sedang dipantau 110 orang.

"Kalau ODP dipantau, lalu orang yang datang (dari daerah terjangkit) juga dipantau, kemudian 344 orang itu yang kontak dengan orang dari daerah terjangkit juga ada keluhan, ikut menjadi dipantau. Makanya jumlah ODP naik. Mereka kembali mengisi format keluhan dan dimonitor oleh petugas surveilans kami," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Retno menambahkan, masyarakat yang mengisi formulir atau aplikasi sudah meninggalkan nomor hp sehingga terus dipantau oleh petugas. Jika dalam rentang waktu 14 hari mengalami keluhan, kemudian orang yang melakukan kontak erat (serumah) juga mendapatkan keluhan, maka akan mengisi formulir yang sama.

Selain itu, Retno memberitahu bahwa Kota Kupang sudah memiliki alat rapid, tapi jumlahnya masih terbatas. Rapid tes digunakan untuk memantau cepat.

"Rapid tes itu alat untuk melihat antibodi. Kalau ada antibodi, berarti pernah ada antigen masuk. Efektifnya itu kita alat rapid tesnya yang antigen, jadi hari pertama pun kita sudah bisa lihat. Namun, kalau rapid tes antibodi, berarti paling cepat di atas tujuh hari. Dites dulu, negatif, nanti hari kesepuluh, dites lagi," terangnya.

Covid-19, Bandara Hasan Aroeboesman Ende Bantah Ada Penumpang yang Lolos, Itu Hoaks!

Heboh, Pamer Kebersamaan dengan Faisal Harris, Sarita Abdul Mukti Rujuk Dengan Suami? Cek Faktanya!

Konseling Online Gratis, Sebagai Langkah Dukung Pemerintah Cegah Dampak Psikologis

UPDATE CORONA SIKKA : Jenis APD Diberikan PT.Pertamina ke RSUD Maumere

Nantinya, alat rapid tes akan diletakkan di posko covid-19 atau dipegang oleh tenaga surveilans yang memantau, dan akan digunakan bagi masyarakat yang masuk kategori ODP.

Sedangkan untuk penegakan diagnosa, akan dilakukan pemeriksaan swab. Terkait pengambilan sampel lendir dengan metode swab sudah dilakukan di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM Intan Nuka)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved