Kamis, 30 April 2026

Prada Lucky Tewas Dianiaya Senior

Ibu Asuh Bantah Prada Lucky Namo LGBT

Ibu Iren sempat merawat Prada Lucky Namo, anggota Yonif TP 834/WM Nagekeo, saat menderita luka lebam dan gores

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Alfons Nedabang
Tangkapan Layar Instagram @viralkupang.ntt
PRADA LUCKY - Turut berduka cita atas meninggalnya Prada Lucky Namo. Lucky diduga dianiaya oleh seniornya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MBAY - Tudingan bahwa Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) mengalami penyimpangan seksual (LGBT) dibantah oleh Iren, ibu asuhnya.

Ibu Iren sempat merawat Prada Lucky Namo, anggota Yonif TP 834/WM Nagekeo, saat menderita luka lebam dan gores, pada Senin (28/7/2025). 

"Dia biasa-biasa saja. Menurut yang saya lihat itu tidak ada yang aneh-aneh dari Lucky," tegas Ibu Iren saat ditemui pada Jumat (15/8) pukul 09.44 Wita. 

Ibu Iren menjelaskan, pada saat Prada Lucky Namo datang ke rumahnya di Kampung Lego, RT.17, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, dia tidak menunjukkan perilaku yang aneh.

Bahkan saat Prada Lucky Namo berinteraksi dengan keluarga Ibu Iren layaknya keluarga sendiri. Jarak rumah Ibu Iren ke markas Yonif TP 843/WM sekitar 400 meter. 

"Biasa, omong biasa, cerita biasa, tidak ada yang lain dari Lucky, perilakunya seperti biasa, dia ada pacar atau tidak saya tidak tahu, mungkin Lucky belum sempat cerita ke saya," terang Ibu Iren

Sejak permintaan Prada Lucky Namo agar dirinya menjadi ibu angkat, Ibu Iren mengaku Prada Lucky baru dua kali ke rumahnya, yakni pada Sabtu - Minggu (26-27/7/2025) dan bermalam serta pada Senin (28/7/2025) saat Prada Lucky sudah dalam kondisi luka-luka. 

"Dia ijin bermalam di sini, waktu itu dia sendiri, kondisinya sehat-sehat saja. Sabtu sore itu waktu dia datang ke sini, dia ijin bermalam di sini sampai tanggal 27 malam sekitar jam 7 baru dia balik ke barak, itu kondisinya masih baik-baik saja dan sempat malam bersama dengan kami baru dia pulang ke batalyon," ujar Ibu Iren.

Pada saat berada di rumah Ibu Iren, almarhum Prada Lucky tidak menceritakan apapun kepada Ibu Iren maupun anggota keluarga lainnya.

"Waktu itu memang sudah ada luka-luka di belakangnya, ada luka lebam terus ada bekas goresan di belakang tapi ada luka lebamnya di lengan, di paha, paha atas itu, kalau dilihat itu luka baru semua," ungkap Ibu Iren.

Pada saat itu, Prada Lucky Namo sempat meminjam handphone milik Ibu Iren untuk melakukan panggilan video call bersama ibu kandungnya yang berada di Kupang. Ibu Iren tidak mengetahui pembicaraan ibu dan anak itu. 

Saat sedang menelpon ibu kandungnya, beberapa rekan Prada Lucky Namo yang jumlahnya kurang lebih sepuluh orang datang menjemput Prada Lucky.

Namun tidak diberikan izin karena menurut Ibu Iren, salah satu senior Prada Lucky meminta dirinya menahan almarhum untuk tetap tinggal sementara waktu di rumah. 

"Jadi saya belum sempat kasih izin untuk pulang, waktu itu mereka agak lumayan banyak mungkin kurang lebih 10 orang, temannya yang satu itu sempat bilang tidak apa-apa, dia hanya ditugaskan untuk jaga Lucky tapi dia mengerti, dia tunggu sampai senior-seniornya yang lain datang, saya kasih makan siang lagi Lucky terus kasih lagi obat terus mereka bawa pulang lagi ke batalyon hari itu juga. Setelah itu saya sudah tidak tahu lagi kabarnya Lucky seperti apa," terang Ibu Iren

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved