Sabtu, 2 Mei 2026

Liputan Khusus

LIPSUS: Ibunda Prada Lucky Namo, Saya Hanya Ingin Keadilan 

Air mata dan duka belum kering dari wajah Mama Epi, ibunda dari almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, personel Batalyon Infanteri TP 834 WM

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
PELUK PETI - Sang ibu Sepriana Paulina Mirpey memeluk peti jenazah anaknya Prada Lucky Namo di rumah duka Asrama TNI, Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, sebelum dimakamkan pada Sabtu (9/8/2025). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG -  Air mata dan duka belum kering dari wajah Mama Epi, ibunda dari almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere Nagekeo.

Di tengah luka yang belum sembuh, ia membuka suara dengan satu harapan yang tak tergoyahkan yakni keadilan bagi putranya yang diduga menjadi korban penganiayaan berat hingga meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

Dalam wawancara eksklusif dengan Pos Kupang pada Jumat (8/8) di kediamannya, mama Epi mengisahkan kembali rentetan peristiwa menyakitkan yang ia alami sejak komunikasi terakhir dengan anaknya hingga ia melihat langsung tubuh Lucky terbaring koma dengan ventilator di ruang ICU.

“Terlalu banyak kejanggalan. Kalau memang mereka tahu dia sakit, kasih tahu orang tua. Tapi kenapa HP anak saya ditahan? Kenapa dia tidak bisa komunikasi sama saya sama sekali?” ujar Mama Epi.

Ia menceritakan, selama anaknya sakit, ia terus mencoba menghubungi, namun tak satu pun pesan mendapat balasan. 

Baca juga: Ayah Prada Lucky di Hadapan Pangdam Udayana, Duga ada Manipulasi Laporan Medis

"Komunikasi terakhir itu saat saya WA terus dia mungkin yang pegang HP lihat akhirnya kasih kesempatan lucky bicara. Saat itu hanya via telpon suara tetapi saya rasa lain dengar suaranya tapi saya belum curiga," ujarnya. 

Menurut keterangan mama Epi saat percakapan itu lucky mengatakan keadaan baik-baik saja dan meminta dirinya datang ke Nagekeo.

Informasi bahwa Lucky dalam kondisi kritis justru datang  dari pihak rumah sakit dan mama angkat Lucky yang sudah tidak bisa melihat Lucky di Batalyon. Jadi  bukan dari pihak satuan.

“Tubuhnya penuh luka. Saya dengar dia disiksa, dicambuk menggunakan selang oleh beberapa oknum seniornya sebelum dia masuk rumah sakit. Saat itu dia masih komunikasi video call dengan saya di rumah mama iren (mama angkat)," ungkapnya.

Dalam kondisi khawatir, Mama Epi langsung berangkat ke Nagekeo dan mendatangi RSUD Aeramo. Di sana, ia mendapati Lucky dalam keadaan koma. "Saya masuk di dalam ruangan itu lihat kondisi anak saya sudah koma dan dipasang ventilator," ungkap mama Epi. 

Mama Epi menghampiri anaknya dan memeluk anaknya penuh haru. “Saya bisik di telinganya, Lucky mama datang nak. Dia langsung berontak, dia dengar suara saya,” ujarnya sambil mengusap air mata.

Baca juga: Viral NTT, Potret Diduga Tersangka Tewasnya Prada Lucky Picu Amarah Netizen

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kerusakan pada paru-paru dan ginjal Lucky, yang diduga kuat akibat luka memar akibat penganiayaan. “Itu bukan sakit biasa, itu karena penganiayaan,” tegasnya.

Mama Epi juga menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus ini. Termasuk seorang anggota intelijen yang memegang ponsel Lucky dan dinilai menghalangi komunikasi keluarga. “Ini bukan lagi pembinaan. Ini penyiksaan. Ini pembunuhan. Saya tahu tradisi militer, tapi ini bukan bagian dari itu,” tegas Mama Epi.

Dalam kesempatan itu, ia mengenang anaknya Lucky sebagai sosok yang baik hati, penyayang, dan peduli terhadap sesama. “Dia sering bagi makanan ke anak-anak kecil, bantu orang jualan kue. Anak saya itu baik, semua orang tahu,” kenangnya.

Sebagai bentuk perjuangannya, Mama Epi mendesak agar para pelaku dihukum setimpal, bahkan menuntut hukuman mati bagi pelaku utama. “Saya serahkan anak saya ke negara, bukan untuk dipukuli sampai mati. Kalau anak saya punya salah, dia bisa diproses hukum. Tapi sekarang dia sudah jadi mayat yang harus diproses itu pelakunya,” ujar Mama Epi dengan suara bergetar.

DI RUMAH DUKA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menenangkan ibu dari Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Murpey yang menangis atas meninggal anaknya. Pada Senin (11/8/2025) siang, Pangdam mengunjungi rumah duka Asrama TNI Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, NTT.
DI RUMAH DUKA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menenangkan ibu dari Prada Lucky Namo, Sepriana Paulina Murpey yang menangis atas meninggal anaknya. Pada Senin (11/8/2025) siang, Pangdam mengunjungi rumah duka Asrama TNI Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, NTT. (KOLASE TRIBUN LAMPUNG/POS-KUPANG)

Ia pun berharap tragedi yang dialami putranya menjadi yang terakhir. “Cukup Lucky saja. Jangan ada lagi Lucky-Lucky lain yang mati bukan di medan perang, tapi di tangan sesama prajurit,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa perjuangannya bukan untuk mencari perhatian, tapi demi keadilan. “Saya mohon hukum ditegakkan. Jangan ada lagi anak bangsa yang mati sia-sia seperti ini,” tutupnya sambil mengusap air mata.

Lusi Namo, kakak dari almarhum Prada Lucky mengungkapkan sejumlah informasi terkait dugaan kekerasan yang dialami adiknya sebelum meninggal dunia pada 6 Agustus 2025. Kesaksian itu ia peroleh dari seseorang yang mengaku sebagai pacar salah satu prajurit yang mengirim pesan melalui DM instagram. 

“Pacar prajurit itu bilang bahwa pacarnya pernah mengirim foto yang hanya bisa dilihat sekali. Ia melihat wajah Lucky dan kawannya waktu itu dipukul dan sudah berdarah. Namun, saat daftar nama pacarnya tidak ada dalam beberapa catatan 20 pelaku tersebut," ujarnya Sabtu (8/8). 

Baca juga: Pangdam Udayana Piek Budyakto Janji Proses Hukum Prada Lucky Namo Transparan

Lusi menyebutkan, dugaan kekerasan itu terjadi saat pergantian piket dari Senin hingga Jumat. Di dalam sel, korban dan rekannya tidur di lantai tanpa tempat tidur. “Richard juga kena, tapi yang saya tahu lebih parah Lucky. Saya lihat perutnya ada bekas sepatu dan dugaan saya itu diinjak,” ujarnya.

Lusi menuturkan, beberapa hari sebelum koma, Lucky masih berkomunikasi lewat panggilan video dan terlihat dalam kondisi baik. Ia juga sempat bercerita pernah dipukul senior meski sedang sakit. “Senior pikir dia pura-pura tidak mau kerja di dapur,” kata Lusi.

Kabar masuknya Lucky ke rumah sakit diterima keluarga dari pihak rumah sakit yang diminta tolong oleh almarhum untuk menghubungi orang tuanya di Kupang.   Lusi mengaku terkejut karena selama hidup bersama keluarga, adiknya tidak pernah mengalami sakit parah. 

“Waktu masuk rumah sakit, butuh tiga kantong darah. Selama ini hanya sakit biasa,saat dengar itu saya langsung perasaan tidak enak," ujarnya. 

Ia juga menyayangkan sikap atasan almarhum yang tidak memberikan informasi jelas kepada keluarga.  Bagi Lusi, kepergian Lucky meninggalkan duka mendalam. Sebagai kakak, ia merasa menyesal tidak bisa selalu berada di dekat adiknya. 

“Dia anaknya pergaulan luas, dekat sekali dengan mama. Kami akrab sejak kecil, bahkan dia sempat meminta saya untuk pindah di Nagekeo," kenangnya.

Saat ini keluarga berharap pihak berwenang mengusut tuntas dugaan kekerasan yang dialami Prada Lucky hingga menyebabkan kematiannya. 


*Usut Tuntas

Ratusan pelayat menghadiri prosesi pemakaman Prada Lucky. Ibadah pelepasan berlangsung di rumah duka di Rumah Dinas Asrama Tentara (Asten), Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. 

Prosesi ibadah dipimpin oleh Pendeta Lenni dari Jemaat GMIT Batu Karang Kuanino Kupang. Suasana haru menyelimuti upacara. Di hadapan ratusan pelayat, Otniel selaku perwakilan keluarga menyampaikan permintaan tegas agar pimpinan TNI mengusut tuntas kematian Lucky, yang diduga akibat penganiayaan oleh seniornya.

DANDIM ROTE NDAO- Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi W didampingi istri saat bertemu dengan ayah dan ibu dari almarhum Prada Lucky di rumah duka, Kupang, Jumat, 8 Agustus 2025 malam.
DANDIM ROTE NDAO- Dandim 1627/Rote Ndao, Letkol Kav Kurnia Santiadi W didampingi istri saat bertemu dengan ayah dan ibu dari almarhum Prada Lucky di rumah duka, Kupang, Jumat, 8 Agustus 2025 malam. (POS-KUPANG.COM/HO- )

"Kepada pemimpin tertinggi TNI, usut semua yang ada sampai tuntas. Mereka adalah preman yang berseragam. Preman itu tidak boleh dibiarkan. Mereka ibarat duri dalam daging," ujarnya.

Otniel menegaskan, keluarga akan menerima jika Lucky gugur di medan tugas, namun kenyataan yang dihadapi berbeda. "Anak kami meninggal dalam pembantaian," katanya dengan suara bergetar.

Ia berharap, proses hukum terhadap para pelaku dapat dilakukan secara transparan hingga keluarga mendapatkan rasa keadilan.

Ibadah pemakaman Prada Lucky diikuti keluarga hingga kerabat. Di sekitar rumah dipenuhi karangan bunga, ucapan dukacita dari Gubernur NTT Melki Laka Lena maupun pejabat Kodam Udayana dan Menteri Pertahanan RI. 

Lurah Kuanino Ester Nalle Bani dalam sambutan singkatnya menyampaikan dukacita. Ia ikut menceritakan singkat tentang peristiwa dukacita itu. 

Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto mengunjungi rumah duka Prada Lucky Namo di Asrama Tentara Kelurahan Kuanino Kota Kupang, NTT. Senin, (11/8/2025) siang.
Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto mengunjungi rumah duka Prada Lucky Namo di Asrama Tentara Kelurahan Kuanino Kota Kupang, NTT. Senin, (11/8/2025) siang. (POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI)

"Semua yang dialami, peristiwa kematian ini, semua adalah seizin dan sepengetahuan Tuhan.Kami merasakan duka yang sama dengan keluarga. Waktu tes anak Namo, kami juga terlihat dalam penandatanganan surat yang diperlukan. Kami juga berterima kasih kepada keluarga, mempersembahkan kepada Negara," tambah dia. 

Disaksikan Pos Kupang, usai penutupan peti jenazah dilanjutkan dengan upacara kedinasan militer yang dipimpin Komandan Brigade Infanteri 21/Komodo. Usai upacara kedinasan, peti jenazah Prada Lucky yang dibungkus bendera merah putih dipikul beberapa anggota TNI diantar ke mobil ambulance.


*Masih Penyidikan

Sub Denpom IX/1-1 Ende terus menyelidiki kasus dugaan  penganiayaan terhadap Prada Lucky. Pihak Sub Denpom IX/1-1 Ende telah melakukan serangkain pemeriksaan dan memintai keterangan dari sejumlah anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere lainnya yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan Prada Lucky. 

"Intinya kami lagi bekerja biar cepat selesai dalam kasus penyidikan, yang jelas kalau ada yang berbuat kan pasti bertanggungjawab," jelas Dansub Denpom Ende, Kapten CPM Stefanus Kopong Ola kepada Pos Kupang, Sabtu (9/8). 

Namun, Kapten CPM Stefanus belum memberikan keterangan secara pasti terkait jumlah terduga pelaku yang saat ini tengah diperiksa. 

"Kalau totalnya kita masih dalam penyidikan. Jadi kita masih belum bilang pastikan berapa. Jadi informasinya begitu untuk sementara, mungkin bisa besok lah baru bisa," tambah Kapten CPM Stefanus.

Terkait motif dugaan penganiayaan, Ia juga belum mau memberikan keterangan lebih lanjut karena saat ini pihaknya masih terus memintai keterangan dari sejumlah oknum anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere yang diduga terlibat. 

"Kalau sudah selesai baru kami bisa berikan keterangan, inikan masih penyidikan jadi belum kami pastikan untuk menyampaikan motifnya," pungkas Kapten CPM Stefanus. 

Terduga pelaku penganiayaan terhadap Prada Lucky Namo, Tabakpan 2.2 Ru 3 Ton 1 Kipan A Yonif TP 834/WM NRP 1725104030035583 di Marshalling Area Yonif TP 834/WM, Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Flores diduga berjumlah 20 orang. 

Kodam IX/Udayana menggelar konferensi pers menanggapi kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Yonif TP 834/Wakanga Mere. Konferensi pers ini dipimpin Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letkol Inf Amir Syarifudin, S.H.,M.I.P.  pada Jumat (8/8/2025), di ruang wartawan Pendam IX/Udayana, Denpasar.
Kodam IX/Udayana menggelar konferensi pers menanggapi kematian Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit Yonif TP 834/Wakanga Mere. Konferensi pers ini dipimpin Wakil Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Letkol Inf Amir Syarifudin, S.H.,M.I.P.  pada Jumat (8/8/2025), di ruang wartawan Pendam IX/Udayana, Denpasar. (POS-KUPANG.COM/HO)

Akibat penganiyaan tersebut, Prada Lucky sempat dirawat intensif di RSUD Aeramo karena mengalami luka sayatan dan lebam di beberapa bagian tubuh hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (6/8/2025) sekira pukul 11.23 WITA. 

Jumlah terduga pelaku penganiayaan terhadap Prada Lucky Namo ini terungkap dalam laporan kepada Asintel Kasdam IX/Udayana yang beredar di media sosial. 

Dalam laporan yang beredar tersebut, jumlah pelaku dan peran masing-masing pelaku serta kronologi kasus dugaan penganiayaan bermula saat  Staf-1/Intel melakukan pemeriksaan terhadap Prada Lucky yang diduga mengalami penyimpangan seksual (LGBT) pada Minggu 27 Juli 2025 pukul 21.45 Wita.

Keesokan harinya pada, Senin, 28 Juli 2025 sekira pukul 06.20 Wita, Prada Lucky kabur saat izin ke kamar mandi untuk buang air besar. Hal itu diketahui anggota Staf Intel, Serda Lalu Parisi Ramdani saat mengecek kamar mandi. Mengetahui juniornya kabur, Serda Lalu Parisi Ramdani kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Sertu Thomas Desambris Awi.

Sekira pukul 09.25 Wita di hari yang sama, Serda Lalu Parisi Ramdani melaporkan kejadian perihal kaburnya Prada Lucky kepada Danki A, Lettu Inf Ahmad Faisal. Kemudian Danki A memerintahkan para organik Kipan A melaksanakan pencarian di sekitar wilayah pelabuhan, arah kota dan beberapa tempat yang pernah didatangi Prada Lucky. 

Sekira pukul 10.45 Wita, Prada Lucky ditemukan di rumah salah satu warga yang bernama Ibu Iren yang merupakan ibu asuh Prada Lucky. Setelah ditemukan keberadaannya, Prada Lucky dibawa kembali ke Marshalling Area oleh Sertu Thomas Desambris Awi, Sertu Daniel, Serda Lalu Parisi S. Ramdani dan Pratu Fransisco Tagi Amir. 

Sekira pukul 11.05 Wita, Prada Lucky kembali diperiksa di kantor Staf-1/Intel. Saat itu tiba-tiba datanglah beberapa senior Prada Lucky dengan membawa selang dan memukulnya secara bergantian.

Sekira pukul 23.30 Wita, Danyonif TP/834, Letkol Inf Justik Handinata memerintahkan Danki C Yonif 834/WM, Lettu Inf Rahmat untuk datang ke kantor Staf-1/Intel agar memerintahkan anggotanya untuk tidak melakukan tindakan pemukulan serta memberikan penekanan agar tidak ada kekerasan dalam mendidik junior. 

USUNG JENAZAH - Jenazah Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (7/8/2025) yang diusung beberapa anggota TNI AD.
USUNG JENAZAH - Jenazah Prada Lucky Namo (23), anggota Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM), saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (7/8/2025) yang diusung beberapa anggota TNI AD. (POS-KUPANG.COM/HO-PATRICK)

Prada Lucky bersama rekannya Prada Ricard Junimton Bulan akhirnya menjalani hukuman di sel tahanan di kesatuan tersebut tepatnya di rumah jaga kesatrian. Dua hari kemudian tepatnya Rabu, 30 Juli 2025 sekira pukul 01.30 Wita, sebanyak empat anggota Batalyon TP 834/WM Nagekeo di antaranya Pratu Petris Nong Brian Semi, Pratu Ahmad Adha, Pratu Emanuel De Araojo dan Pratu Aprianto Rede Raja mendatangi rumah jaga kesatrian tempat Prada Lucky dan Prada Ricard Junimton di sel dan melakukan pemukulan terhadap keduanya menggunakan tangan kosong. 

Tiga hari kemudian, tepatnya Sabtu, 2 Agustus 2025 sekira pukul 09.10 Wita, Prada Ricard Junimton Bulan mengalami demam. Sedangkan Prada Lucky mengalami muntah-muntah hingga keduanya dibawa ke Puskesmas Kota Danga untuk menjalani pemeriksaan. 

Usai pemeriksaan tersebut, Prada Ricard Junimton Bulan diizinkan pulang, sedangkan Prada Lucky harus dirujuk ke RSUD Aeramo karena Hemoglobin (Hb) rendah. Setelah mendapat perawatan, keesokan harinya tepatnya Minggu, 3 Agustus 2025 kondisi Prada Lucky sudah dikabarkan mulai membaik setelah ditangani dokter di rumah sakit tersebut. 

Prada Lucky bahkan sempat tertawa dan bercengkrama dengan Ibu Iren yang diketahui sebagai ibu asuhnya yang datang menjenguk Prada Lucky di RSUD Aeramo pada Senin, 4 Agustus 2025 sekira pukul 19.00 Wita hingga pukul 21.30 Wita. Ibu Iren bahkan sempat memberikan semangat kepada anak asuhnya tersebut dan sempat menyuapi makan Prada Lucky.

Namun, sekira pukul 23.30 Wita, kondisi Prada Lucky menurun sehingga dipindahkan ke ruang ICU. Bahkan, dilakukan pemasangan ventilator guna menunjang pernapasan Prada Lucky pada Selasa, 05 Agustus 2025 sekira pukul 04.47 Wita. Namun, pada tanggal 6 Agustus 2025, Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia.(Tim PK)

 

*Dukung Proses Hukum 

Dugaan penganiayaan yang dialami Prada Lucky Namo ikut menjadi atensi Gubernur NTT Melki Laka Lena yang bersama istrinya, Mindriyati Astiningsih Laka Lena melayat ke rumah duka, di Asrama Tentara Kuanino, Kota Kupang, Sabtu (9/8) malam. 

Wakil Ketua DPP Golkar itu hadir bersama Ketua TP PKK NTT untuk menyampaikan ucapan dukacita, sekaligus memberikan dukungan untuk keluarga yang sedang mencari keadilan, atas meninggalnya ananda tercinta. 

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Prada Lucky Chepril Saputra Namo. Semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan, penghiburan dan keadilan," kata Melki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Minggu, (10/8).

PANJATKAN DOA - Gubernur NTT Melki Laka Lena dan istrinya Mindriyati Astiningsih Laka Lena ketika berdoa bersama orang tua Prada Lucky Namo di rumah duka, Kuanino Kota Kupang.
PANJATKAN DOA - Gubernur NTT Melki Laka Lena dan istrinya Mindriyati Astiningsih Laka Lena ketika berdoa bersama orang tua Prada Lucky Namo di rumah duka, Kuanino Kota Kupang. (POS-KUPANG.COM/HO)

Selaku Gubernur NTT, Melki menyatakan sikap, mendukung langkah dan sikap orang tua Prada Lucky Namo, yakni Serma Christian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey yang sedang menempuh proses hukum atas meninggalnya anak terkasih. "Kami bantu pastikan, keluarga akan mendapatkan keadilan seadil-adilnya," kata Gubernur Melki. 

Gubernur menambahkan, dirinya bersama pimpinan TNI AD di NTT, Bali dan Jakarta akan mengawal dan mendukung penuh proses hukum terhadap para pelaku. 

"Kami menghargai niat orang tua Prada Lucky, agar tidak boleh ada kejadian ini lagi, seperti yang dialami Prada Lucky ini," ujarnya. 

Mantan anggota DPR RI ini berharap agar ke depan, tidak ada lagi kekerasan yang bisa berakibat fatal, dalam setiap pola pembinaan baik di lingkungan sipil maupun institusi negara.

"Kami berharap, tidak ada lagi kekerasaan yang berakibat fatal dalam pola pembinaan, baik saat di pendidikan dan saat bekerja di semua institusi di negeri ini baik TNI juga Polri maupun institusi lainnya di negeri ini," katanya. (fan) 

*Forum Pemuda Nagekeo Kutuk Keras 

Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo menulis surat terbuka menyampaikan permintaan maaf, penghormatan terakhir dan ucapan terima kasih kepada almarhum Prada Lucky Cepril Saputra Namo. 
Ketua DPD Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo, Agustinus Bebi Daga mengutuk keras peristiwa yang mencoreng institusi dan juga nama Kabupaten Nagekeo. 

"Kita mengutuk sikap senior-seniornya terhadap almarhum, kalau memang beliau ini salah tindakannya bukan seperti itu," tegas Bebi Daga kepada Pos Kupang, Minggu (10/8).

Lebih jauh menurut Bebi Daga, kehadiran Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere sendiri masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat Kabupaten Nagekeo terkait persoalan nama Wakanga Mere. 

"Itu menjadi perdebatan serius di Nagekeo. Terus dengan kejadian ini ada yang menarik kesimpulan bahwa pemberian nama juga menjadi salah satu penyebab karena tidak direstui leluhur yang mempunyai tanah di situ. Akhirnya kita coba ambil kesimpulan bahwa hal-hal seperti ini harus kita lawan terutama soal kematian beliau," ujar Bebi Daga.

Ia bahkan menyebut, kronologi kematian Prada Lucky penuh rekayasa karena berdasarkan video yang beredar, ayah Prada Lucky mengungkapkan fakta lain yang mengejutkan yakni orang yang pertama kali mengantar Prada Lucky ke rumah sakit di wilayah itu bahwa Prada Lucky jatuh dari pohon. 

USUNG PETI- Anggota TNI berseragam lengkap mengusung peti jenazah almarhum Prada Lucky ke ambulance usai ibadah pelepasan pada Sabtu (9/8/2025)
USUNG PETI- Anggota TNI berseragam lengkap mengusung peti jenazah almarhum Prada Lucky ke ambulance usai ibadah pelepasan pada Sabtu (9/8/2025) (POS-KUPANG.COM/RAY REBON)

Berdasarkan kejanggalan-kejanggalan yang mulai terungkap, Bebi Daga menyebut Forum Pemuda NTT Kabupaten Nagekeo secara tegas menginginkan keterbukaan proses kasus yang cukup menghebohkan itu. 

"Apalagi ini menyangkut marwah, bagi kami orang Nagekeo, kehadiran Batalyon inikan baru, jangan sampai menjadi preseden buruk ke depan, sehingga anak-anak Nagekeo yang mau jadi tentara, orang tuanya kuatir. Berangkat dari itu kami sebagai putra-putri Nagekeo merasa simpati," ujarnya.

Selain nama Batalyon yang masih menjadi perdebatan, kasus lahan di Desa Tonggurambang bersama pihak TN AD untuk pembangunan markas Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere juga hingga saat ini belum terselesaikan. 

Sebagian masyarakat, kata Bebi Daga, saat ini timbul kekuatiran dan rasa takut karena menurut dia antar sesama anggota TNI AD saja terjadi peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa Prada Lucky.

"Sesama mereka saja begitu apalagi kalau ada masalah dengan masyarakat, ini yang sangat kita kuatirkan. Supaya tidak ada lagi Lucky-Lucky yang lain kita meminta agar kasus ini di usut tuntas dan diproses sesuai aturan yang berlaku di militer," pungkas Bebi. (bet)

Pelaku dan Proses Pemukulan

A.Pemukulan Mengunakan Selang:
1. Letda Inf Thariq Singajuru
2. Sertu Rivaldo Kase
3. Sertu Andre Manoklory
4. Sertu Defintri Arjuna Putra Bessie
5. Serda Mario Gomang
6. Pratu Vian Ili
7. Pratu Rivaldi
8. Pratu Rofinus Sale
9. Pratu Piter
10. Pratu Jamal
11. Pratu Ariyanto
12. Pratu Emanuel
13. Pratu Abner Yetersen
14. Pratu Petrus Nong Brian Semi
15. Pratu Emanuel Nibrot Laubura
16. Pratu Firdaus

B.Pemukulan dengan tangan:
1. Pratu Petris Nong Brian Semi
2. Pratu Ahmad Adha
3. Pratu Emiliano De Araojo
4. Pratu Aprianto Rede Raja (bet) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved