Jumat, 5 Juni 2026

Sumba Timur Terkini

Kasus TBC di Sumba Timur Turun, 311 Kasus per 8 Agustus 2025

Jumlah Kasus TBC di Sumba Timur Turun, data terakhir menyebutkan tinggal 311 Kasus per 8 Agustus 2025

Tayang:
Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
TBC DI SUMBA TIMUR - Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur Rambu M.R.K.U. Djima. Kasus TBC di Sumba Timur Turun, 311 Kasus per 8 Agustus 2025 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Jumlah Kasus TBC ( tuberkulosis ) di Kabupaten Sumba Timur hingga 8 Agustus 2025 sebanyak 311 kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 375 kasus. 

Meski demikian angka tersebut berpotensi bertambah mengingat masih tersisa empat bulan lagi di tahun 2025.

hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Rambu M.R.K.U. Djima, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Novri Kilimandu.

Ia mengatakan, Kasus TBC di Sumba Timur menunjukkan tren fluktuatif dalam beberapa tahun terakhir. 

Baca juga: Kasus TBC di Belu Masih Tinggi, Dinkes Dorong Percepatan Eliminasi Lewat Desa Siaga

Pada 2022 tercatat 390 kasus kemudia meningkat menjadi 459 kasus pada 2023, dan menurun menjadi 375 kasus pada 2024.

Sementara itu, jumlah kasus Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) pada 2024 sebanyak 92 kasus, sedangkan pada 2025 hingga 8 Agustus mencapai 54 kasus.

Novri Kilimandu mengatakan, penyakit tuberkulosis menginfeksi semua umur. Baik bayi, anak-anak, hingga dewasa.

“Tetapi yang lebih rentan terinfeksi tuberkulosis adalah anak-anak. Dikarenakan kekebalan tubuh belum terbentuk sempurna. Juga pada lansia,” katanya kepada Pos Kupang, Jumat (8/8/2025).

Untuk penanganan kasus tuberkulosis di Kabupaten Sumba Timur, jelas Kabid P2P ini, dilakukan sesuai petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

“Melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit tuberkulosis, apa itu tuberkulosis, cara penularan, pengobatan penanganan serta mengenai infeksi laten tuberkulosis,” ujar Novri.

Baca juga: Vaksin TBC Bill Gates Segera Diluncurkan, Sudah Masuk Tahap Uji Coba Terakhir

Selain itu, bidang P2P juga melakukan kegiatan investigasi kontak pasien TBC. Atau pemeriksaan terhadap semua yang memiliki kontak erat dan kontak serumah dengan pasien TBC. Baik TBC aktif maupun infeksi TBC laten (ILTB).

Mereka juga melakukan skrining TBC secara massal untuk menemukan kasus secara dini.

“Memutus mata rantai penularan dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada kontak serumah atau kontak erat pasien TBC sehingga tidak berkembang menjadi TBC aktif,” tambahnya.

Kendala penanganan

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved