Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 9 Agustus 2025, "Manfaat Kekuatan Tuhan Dalam Diri untuk Berbuat Baik"

Pemulihan atas daya kekuatan yang tercopot dalam diri,  hanya bisa dipulihkan dengan kepercayaan dan iman yang mendalam akan kekuatan Tuhan

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Sabtu 9 Agustus 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
VIA IMAN: MANFAATKAN KEKUATAN TUHAN DALAM DIRI UNTUK BERBUAT BAIK. TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGIMU
(Ul 6:4-13; Mzm 18:2-3a.3bc-4.47.51ab; Mat 17:14-20)

"Kalian kurang percaya." (Mat 17:20a). Kuasa-kuasa duniawi, kekuatan setan/iblis itu ada. Walaupun kuasa roh jahat itu ada, kekuatan Tuhan pun ada dalam diri kita.

Daya kuasa kegelapan itu menyusup ke dalam hidup dan diri kita, di saat kita lemah secara fisik maupun roh. Melalui kuasa roh jahat, kekuatan kehendak baik dalam diri digerogoti. 

Pemulihan atas daya kekuatan yang tercopot dalam diri,  hanya bisa dipulihkan dengan kepercayaan dan iman yang mendalam akan kekuatan Tuhan. Kekuatan Tuhan itu sudah ada dalam diri. Tinggal iman kita saja, yang masih kurang.

Pada saat gagal mengusir setan dari si sakit ayan, Yesus dengan keras menegur para murid-Nya, "Hai kalian angkatan yang tidak percaya dan sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kalian?" (Mat 17:17). Tuhan mau supaya para murid menggunakan kekuatan-Nya untuk menolong si sakit dengan mengusir roh jahat yang sedang membelenggunya.

Ketidakpercayaan dan kekurangan iman mengikis daya kekuatan Tuhan dalam diri. Selain iman dan harapan untuk mengandalkan Tuhan, kasih kita kepada Tuhan pun harus dengan seluruh kekuatan kita. Kepada bangsa Israel, Musa berkata, "Dengarkanlah, hai orang Israel: Tuhanlah Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatanmu!" (Ul 6:4-5).

Kekuatan Tuhan yang kita impikan dalam diri, kekuatan yang sama mesti kita ungkapkan dalam kasih kepada-Nya. Perintah kasih kepada Tuhan Allah diwariskan turun temurun, sebab bagi bangsa Israel kasih kepada-Nya adalah segalanya.

Allah selalu hadir dalam pergumulan hidup umat Israel. Maka balasannya adalah mengasihi Dia dengan hanya beribadah kepada Dia sebagai tanda kasih dan bukan mengkhianati Tuhan dengan beribadah kepada dewa-dewi atau baal. Maka Pemazmur bermadah dalam kidungnya, "Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku!

Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahanan dan kekuatanku." (Mzm 18:2-3a). Tuhan Allah kekuatan kita adalah kebenaran.

Maka Tuhan yang adalah sumber utama kebenaran mesti menjadi pedoman penting segala kearifan manusia. Kita mengasihi Tuhan dan lalu mencari kebenaran-Nya untuk memastikan bahwa arah hidup kita berada pada jalan yang benar dan pasti.

Allah menurunkan sabda kebenararan sejati dalam Diri Yesus Kristus yang mengajari kita untuk secara total mengasihi Dia dan sesama. Kita percaya bahwa api cinta kasih dan hornat sujud kita kepada-Nya menjadi nafas hidup kita di tengah dunia.

Kita mohon Tuhan tambahkan iman dan tingkatkan kepercayaan agar dengan kekuatan-Nya sendiri kita dapat menolong sesama yang tak berdaya serta menolong diri sendiri. Kuasa Tuhan itu dahsyat  tidak hanya alam yang takluk pada-Nya, roh-roh jahat pun ditundukkan-Nya.

Manfaatkan ruang, kesempatan yang Tuhan beri untuk memiliki iman yang mendalam pada-Nya agar kita bisa bikin apa yang Tuhan buat.

"Sekiranya kamu mempunyai iman, tiada yang mustahil bagimu." (Mat 17:20). Ini cara yang amat sangat cermat yang Tuhan pakai untuk mengedukasi dan mendorong kita untuk menggunakan kekuatan-Nya sendiri dalam diri kita untuk berbuat kasih. Ada iman ada mukjizat. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu/Pekan Biasa XVIII/C/I, 090825)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved