Opini
Opini: Sinergi Kecerdasan Alami dan Artificial Intelligence dalam Menerangkan Potensi Manusia
Artificial Intelligence, apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab, mampu menjadi alat pendukung yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh: Reinheart Damanik
Bekerja di RS Mamami Kupang, dan Mahasiswa S3 Administrasi Publik
POS-KUPANG.COM - Kemajuan teknologi membawa manusia ke sebuah era baru di mana kecerdasan alami ( natural intelligence) manusia berpadu selaras dengan kecerdasan buatan ( artificial intelligence ).
Alih-alih menjadi ancaman, kehadiran Artificial Intelligence ( AI) justru membuka peluang besar untuk meningkatkan kemampuan, kreativitas serta kinerja secara signifikan.
Kecerdasan Buatan Tidak Perlu Dikhawatirkan
Kecerdasan buatan bukanlah musuh, melainkan mitra strategis manusia. Sejarah mencatat, setiap revolusi teknologi memang selalu diikuti kekhawatiran, namun pada akhirnya memberi manfaat besar.
Baca juga: Opini: Benarkah Artificial Intelligence Merevitalisasi Ratio?
Artificial Intelligence, apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab, mampu menjadi alat pendukung yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh manfaat Kecerdasan Buatan Positif
1. Pendidikan
Kecerdasan buatan membantu guru dan siswa melalui sistem pembelajaran adaptif.
Teknologi ini mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa secara pribadi, memberikan materi belajar yang sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Hal ini membantu siswa belajar lebih efektif dan mandiri serta mendukung guru dalam mengelola kelas dengan lebih efisien.
Untuk pengajaran di daerah pedalaman yang terkendala minimnya jumlah tenaga pendidik, anak anak tidak perlu membahayakan dirinya berjalan jauh untuk mengenyam Pendidikan. Dengan memanfaatkan satelit internet, tenaga surya dan AI, aparat desa atau orang tua cukup mengawasi proses belajar anak anak.
2. Kreativitas dan Seni
Di dunia kreatif, Artificial Intelligence mampu menciptakan berbagai inspirasi baru, seperti desain grafis unik, melodi musik awal, atau ide cerita untuk penulis.
Misalnya, desainer grafis bisa menggunakan Artificial Intelligence untuk mendapatkan konsep visual yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, sementara musisi mendapat bantuan dalam merangkai harmoni yang inovatif.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.