Senin, 18 Mei 2026

KKB Papua

Dua Pria Diamankan di Pelabuhan Jayapura, Diduga Jaringan KKB Papua

Keduannya diamankan bersama barang bukti berupa 16 butir amunisi kaliber 7,62 mm.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
surya.co.id
ILUSTRASI AMUNISI - Dua orang yang menyelundupkan amunisi berhasil ditangkap di Pelabuhan Jayapura. Keduanya diduga sebagi bagian dari sindikat KKB Papua. 

-Empat pucuk pistol G2 Pindad

-632 butir amunisi kaliber 5,56 mm

-250 butir amunisi 9 mm

-Satu pucuk senapan angin (belum terangkai)

-Satu paket laser senter dan mounting

-Satu teleskop dan peredam

-Satu popor kayu warna cokelat

-Satu laras dan tabung senapan angin

-Satu unit kompresor bertuliskan United warna biru (tempat penyimpanan senjata)

-Satu ponsel Vivo Y19S

-Satu pompa dan tas angin

-Satu kunci T

-Satu paket gerinda portabel

-Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM

-Uang tunai senilai Rp369.600.000

 

Senjata Diselundupkan dari Surabaya

Menurut Irjen Patrige, senjata api yang diselundupkan oleh Yuni Enumbi berasal dari PT Pindad (Persero) dan dibeli di Surabaya, Jawa Timur.

Ia terbang ke Jakarta, lalu ke Surabaya untuk membeli dan merakit senjata sebelum dikirim ke Papua melalui kapal laut.

"Enam senjata api dan ratusan amunisi ini dimasukkan ke dalam kompresor, sehingga mudah diselundupkan oleh pelaku yang merupakan jaringan KKB wilayah Puncak Jaya," kata Patrige.

Setelah tiba di Papua, senjata tersebut dibawa lewat jalur darat menuju Puncak Jaya. Metode penyelundupan yang dilakukan dinilai sangat rapi dan sulit terdeteksi aparat keamanan.

"Pengiriman senpi dan amunisi ini memang sangat rapi, di mana barang buktinya dimasukkan dalam kompresor, sehingga sulit untuk diungkap," ujar Patrige.

Kapolda Papua menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan asal-usul senjata tersebut.

"Untuk mengecek kepastiannya, tentu kita akan ke Laboratorium Forensik dan akan disesuaikan dengan hasil Labfor," tambahnya.

Saat ini, kepolisian masih terus menyelidiki jaringan penyelundupan senjata ini serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam distribusi senjata ke KKB Papua. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved