Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 4 Juni 2025, "Petugas Pajak itu Ikut Yesus"
Matius dipanggil dari keadaan aslinya, keadaan riil dirinya saat itu. Matius dipanggil ketika sedang duduk di rumah cukai.
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Jumat, 4 Juni 2025, Jumat Pertama
Elisabet dr Portugal
Kej. 23:1-4,19;24:1-8,62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13
Warna Liturgi Hijau
Petugas Pajak itu Ikut Yesus
Perikop injil Matius (9: 9-13) pada hari ini mengisahkan bagaimana Yesus memanggil Matius. Panggilan Matius sangat unik. Matius tidak dipanggil ketika sedang duduk di rumah ibadat atau tempat ziarah bersama-sama orang lain.
Matius dipanggil dari keadaan aslinya, keadaan riil dirinya saat itu. Matius dipanggil ketika sedang duduk di rumah cukai. Matius dipanggil oleh Yesus untuk mengikutiNya.”Mari, ikutlah Aku” Pemungut cukai atau lazimnya petugas pajak adalah profesi yang disegani‟ dan sekaligus dibenci banyak orang. Orang cenderung tidak suka berurusan dengan petugas pajak.
Petugas pajak dipandang sebagai orang yang tidak jujur; bukan hanya menipu rakyat, mereka juga mengelabui pemerintah. Mereka dianggap memperkaya diri dengan mencari untung dari hasil kerjanya. Pemungut cukai disamakan dengan perampok dan pendosa.
Mereka disejajarkan dengan pembunuh, penjahat dan sebagainya. Alasannya, mereka itu adalah sahabat dan kaki-tangan Romawi, bangsa kafir yang menjajah mereka.
Kaum Farisi tidak mau bergaul dengan mereka, apalagi makan bersama mereka. Tidak demikian dengan Yesus. Yesus bergaul dan makan bersama mereka..
Saudari – saudaraku yang terkasih dalam Kristus
Kisah panggilan Matius menunjukkan kepada kita betapa panggilan sebagai murid dan rasul adalah suatu inisiatif dan keputusan yang sepenuhnya hak prerogatif Tuhan. Dia berhak memanggil siapa pun yang dikehendaki-Nya, apa pun latar belakang dan sejarah hidup dari yang bersangkutan.
Yesus pasti tahu siapa Matius, apa pekerjaannya dan bagaimana pandangan orang tentang dirinya, tetapi Yesus memanggilnya “ikutilah Aku!”. Reaksi Matius juga luar biasa. Ia berdiri dan mengikuti Yesus. Tidak ada dialog dramatis dilukiskan dalam Injil, namun reaksi Matius menunjukkan bahwa ia segera menanggapi panggilan Yesus.
Ia “meninggalkan” tempat duduknya untuk mengikuti Yesus. Itu berarti Matius meninggalkan juga pekerjaan yang telah memberinya hidup dengan segala kebanggaan dan status yang melekat pada dirinya. Di sisi lain Matius berhadapan dengan pandangan orang yang menilai dirinya berdosa dan karena itu tidak pantas menjadi murid Yesus.
Tentu tidak mudah berada dalam situasi seperti itu: niat mengikuti Yesus dan menghadapi pandangan negatif orang terhadap dirinya.
Sementara Yesus, kepada orang-orang yang memprotes karena diri-Nya makan bersama dengan pemungut cukai dan para pendosa, menegaskan, “Yang Ku kehendaki ialah belas-kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
Dari pengalaman panggilan Matius kita belajar, kerahiman Tuhan jauh melampaui kedosaan dan ketidakpantasan manusiawi kita.
Panggilan Tuhan serentak juga adalah rahmat yang mengubah hidup seseorang secara radikal: dari pemungut cukai menjadi rasul Tuhan. Dari seorang pendosa menjadi seorang yang dikasihi Tuhan. Kita pun dalam arti tertentu memiliki „pengalaman Matius‟ dalam hidup kita, yakni bahwa kita adalah orang-orang berdosa dikasihi Allah. Apa pun masa lalumu kamu berhak memiliki masa depan karena kerahiman, belas kasih dan cinta Tuhan.
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Dunia Merana Kebutuhan Spiritual" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Yesus Roti Kehidupan Sejati" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Akulah Roti Hidup" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Menabung Kebaikan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Hendaklah Kamu Percaya" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Mengakui-dan-Percaya-Kepada-Yesus.jpg)