Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 21 April 2026, "Akulah Roti Hidup"

Bacaan hari ini mengajak kita melihat bagaimana Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup sejati, di tengah penolakan manusia terhadap Roh Kudus.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
dok-pribadi Bruder Pio Hayon SVD
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik 

Renungan Harian Katolik
Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD
Hari Selasa Biasa Pekan Paskah ketiga– 21 April 2026
Bacaan I: Kis. 7: 51-8:1a
Injil:  Yoh. 6: 30-35
Tema: “Akulah roti hidup”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada hair Selasa pekan Paskah ketiga, kita diajak merenungkan kebangkitan Kristus yang memberi hidup baru.

Bacaan hari ini mengajak kita melihat bagaimana Yesus menyatakan diri-Nya sebagai Roti Hidup sejati, di tengah penolakan manusia terhadap Roh Kudus. Mari kita buka hati untuk mendengar firman Tuhan yang memelihara jiwa kita.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam Kisah Para Rasul (7:51-8:1a), Stefanus menegur orang-orang keras hati yang selalu menolak Roh Kudus, seperti nenek moyang mereka.

Ia membandingkan mereka dengan para nabi yang dibunuh, dan tuduhannya memuncak pada penolakan Mesias, hingga mereka menggertakkan gigi dan melempari batu ke arahnya—tanda penolakan total terhadap kebenaran Allah.

Bacaan ini menggambarkan konsekuensi dari hati yang tertutup terhadap Roh. Sementara itu, Injil Yohanes (6:30-35) menunjukkan keraguan orang banyak yang meminta tanda lebih besar dari manna di padang gurun.

Yesus menjawab: “Akulah roti hidup; setiap orang yang datang kepada-Ku tidak akan lapar lagi, dan yang percaya kepada-Ku tidak akan haus untuk selama-lamanya.” Ia bukan sekadar makanan fisik, melainkan sumber hidup kekal yang memuaskan dahaga rohani kita sepenuhnya.

Poin refleksi kita adalah “Hati yang menolak Roh”: Seperti orang-orang yang melempari Stefanus, seringkali kita menolak panggilan Roh Kudus karena keras kepala. Permenungan kita: Apakah ada "batu" di hati kita yang menghalangi firman Tuhan hari ini?

“Roti Hidup”: Yesus menawarkan diri sebagai roti yang tak pernah habis, berbeda dari manna sementara.

Permenungan kita: Di bagian manakah kita masih merasa "lapar" secara rohani: dalam doa, pelayanan, atau hubungan dan bagaimana saya datang kepada-Nya?

“Paskah mengubah hidup”: Kebangkitan Kristus mengubah kematian Stefanus menjadi kesaksian abadi. Permenungan kita: Bagaimana kita bisa menjadi saksi Roti Hidup di tengah dunia yang haus akan makna yang sejati dan mengubah hidup kita? 

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Tuhan Yesus adalah Roti Hidup sejati maka kita mohon agar hati kita terbuka bagi Roh-Nya.

Kedua, dan semoga kita dijauhkan dari penolakan seperti Stefanus hadapi, dan biarlah kita selalu haus akan Tuhan saja.

Ketiga, sehingga hidup kita senantiasa mendapat kekuatan dari sang Roti hidup. Tuhan memberkati kita semua. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved