Senin, 13 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Juni 2025, "Mengapa Kamu Mencari Aku?"

Maka permenungan kita atas bacaan-bacaan yang ada dari Yesaya 61:9-11, nabi Yesaya bernubuat tentang berkat yang akan datang kepada umat Allah.

Editor: Eflin Rote
Foto Pribadi
Bruder Pio Hayon SVD 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu Pekan Biasa XII
Sabtu, 28 Juni  2025. PW Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria
PW Sto. Irenius, Uskup, Martir
Bacaan I: Yes.  61: 9-11
Injil:  Luk. 2: 41-51

“Mengapa kamu mencari Aku?”

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam sejahtera untuk kita semua. Usaha untuk mencari sesuatu dalam hidup kadang juga dipertanyakan. Apalagi mencari Tuhan. Namun tiap usaha untuk mencari yang baik itu biasanya akan mendapatkan hasil yang baik juga.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pada hari ini, kita merayakan Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, sebuah peringatan yang mengajak kita untuk merenungkan keutamaan dan kesucian hati Maria, serta bagaimana ia menjadi teladan bagi kita dalam merespons kehendak Allah.

Tema "Mengapa kamu mencari Aku?" menyoroti momen penting dalam Injil Lukas ketika Yesus, pada usia 12 tahun, tinggal di Bait Allah tanpa sepengetahuan Maria dan Yusuf. Maka permenungan kita atas bacaan-bacaan yang ada dari Yesaya 61:9-11, nabi Yesaya bernubuat tentang berkat yang akan datang kepada umat Allah.

Keturunan mereka akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan semua orang akan mengakui bahwa mereka adalah umat yang diberkati oleh Tuhan. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa melalui Maria, berkat keselamatan telah datang kepada seluruh dunia.

Dan dalam Injil Lukas 2:41-51, kita mendengar kisah tentang Yesus yang tinggal di Bait Allah ketika Maria dan Yusuf pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Setelah tiga hari mencari, mereka menemukan Yesus di Bait Allah, sedang duduk di tengah-tengah para alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Ketika Maria menegur-Nya, Yesus menjawab, "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?" Setelah peristiwa itu, Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Ini menunjukkan bahwa Maria adalah seorang yang merenungkan firman Allah dan berusaha untuk memahami kehendak-Nya. Hatinya yang tak bernoda adalah tempat di mana ia menyimpan dan merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus.

Refleksi atas permenungan kita dari bacaan-bacaan yang ada adalah Prioritas dalam Hidup: Jawaban Yesus kepada Maria, "Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku," menantang kita untuk merenungkan prioritas kita dalam hidup.

Apakah kita menempatkan Allah sebagai yang utama dalam segala sesuatu yang kita lakukan? Pencarian akan Allah: Maria dan Yusuf mencari Yesus dengan tekun. Apakah kita juga mencari Allah dengan sungguh-sungguh dalam hidup kita?

Apakah kita meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan merenungkan firman-Nya? Hati yang Merenungkan: Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Apakah kita memiliki hati yang merenungkan, yang memungkinkan kita untuk memahami kehendak Allah dan menanggapi-Nya dengan setia?

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved