NTT Terkini
Bank Indonesia dan Pemprov NTT Dorong Ekonomi Syariah untuk NTT Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan
Gubernur NTT menegaskan pentingnya literasi dan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan dalam acara Festival Ekonomi Syariah (FESyar) NTT 2025 yang berlangsung di pelataran Gedung sasando, (26/6/2025) menandakan keterbukaan dan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Gubernur NTT menegaskan pentingnya literasi dan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Fakta menunjukkan UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari total ekonomi Indonesia dan mempekerjakan 97 persen tenaga kerja di sektor ekonomi. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas pesantren, akademisi, dan generasi muda diperlukan untuk mengembangkan ekonomi syariah berbasis industri halal, keuangan syariah, dan potensi unggulan daerah,” ujarnya.
Beliau menyoroti potensi produk lokal seperti abon, dendeng, dodol, rumput laut, kopi arabika, madu lokal, dan aneka kue sebagai peluang besar dalam ekonomi syariah.
Gubernur juga mengumumkan rencana Pemprov NTT untuk mengembangkan program “Satu Desa Satu Produk” yang akan dipusatkan di “NTT Mart” sebagai wadah pemasaran produk lokal.
“Ekonomi syariah bukan hanya soal agama, tetapi peluang pasar global yang bahkan diminati oleh negara seperti Tiongkok. Ini adalah market ekonomi baru yang mengundang semua pihak untuk terlibat,” tambahnya.
Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, memperluas wawasan, dan mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif, adil, dan berlandaskan semangat gotong royong.
Baca juga: Sasando Dia, Bank Indonesia NTT Gelar Konferensi Pers Dukung Kupang Exotic Festival 2025
“Saya yakin, dengan inovasi, ekonomi syariah dapat menjadi pilar utama untuk memajukan NTT yang sejahtera dan berkelanjutan,” tutup Gubernur.
Kepala Kantor Wilayah BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, menegaskan bahwa ekonomi syariah bukan hanya untuk umat Muslim, tetapi milik semua masyarakat.
“Kegiatan ini sengaja digelar di tempat terbuka, di depan gedung provinsi, menunjukkan dukungan Pemprov NTT tanpa memandang agama. Ini adalah simbol keterbukaan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai alternatif pembangunan NTT,” ungkapnya.
Agus menambahkan, FESyar NTT 2025 digelar menjelang 1 Muharram, membawa semangat baru untuk memperluas implementasi ekonomi syariah. BI juga mendorong sertifikasi halal untuk produk UMKM guna memperluas pasar, baik di NTT, seluruh Nusantara, hingga mancanegara.
“Dengan sertifikasi halal, kita bisa menekan defisit neraca perdagangan NTT dan memperluas penerimaan produk lokal di pasar global,” jelasnya.
Selain itu, acara ini diisi dengan literasi ekonomi syariah melalui pengalaman pelaku usaha, peluncuran zona kuliner halal, serta pengenalan wakaf digital untuk pembangunan sumur bor di Kabupaten TTS.
NTT Terkini
ekonomi syariah
Bank Indonesia
Pemprov NTT
Festival Ekonomi Syariah
FESyar
POS-KUPANG.COM
BI NTT
Agus Sistyo Widjajati
Polda NTT Siagakan 750 Personil Amankan Demonstrasi |
![]() |
---|
Kongres IV, Nando Soares Pimpin Uni Timor Aswain |
![]() |
---|
Semarak Kemerdekaan, IKADA Kupang Gelar Pentas Budaya Larik Riung dan Sagi Soa |
![]() |
---|
BERITA POPULER- Imbauan Gubernur Soal Demo, PKKMB 2025 Politeknik dan Kematian Prada Lucky |
![]() |
---|
TP PKK NTT Rumuskan Enam Poin Kesepakatan Bersama dalam Rakor 2025 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.