NTT Terkini
GMIT Ramah Disabilitas, IDD Segera Gelar Workshop dan Pelatihan Bahasa Isyarat
Sejak Oktober 2024 lalu, GMIT telah memiliki badan yang peduli pada isu disabilitas yaknk Insan Dengan Disabilitas Sinode GMIT (IDD).
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) mendukung inklusivitas di lingkungan pelayanan GMIT.
Hal ini dimulai dengan memastikan gereja sebagai unit-unit pelayanan benar-benar menjadi tempat yang ramah terhadap isu disabilitas dan juga penyandang disabilitas.
Sejak Oktober 2024 lalu, GMIT telah memiliki badan yang peduli pada isu disabilitas yaknk Insan Dengan Disabilitas Sinode GMIT (IDD).
IDD adalah pengurus kategorial baru di periode pelayanan GMIT tahun 2024-2027.
Pembentukan pengurus ini adalah hasil keputusan sidang Sinode GMIT ke-35 di Sabu Raijua pada tahun 2024 lalu.
Baca juga: Opini: Teologi Pemberdayaan Ekonomi Jemaat dalam Kerja Nyata BPAPE GMIT 2025
Kehadiran IDD adalah merupakan bentuk pengakuan dan penerimaan Hak Asasi Manusia (HAM) gereja tentang kehadiran jemaat difabel (dari berbagai ragam mulai dari difabel Fisik, sensorik netra, tuli, psikososial dan intelektual serta ganda ataupun multi)
Juga ada pelibatan jemaat difabel untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan, pengambilan keputusan, maupun kegiatan gerejawi lainnya karena selama ini difabel hanya jemaat nomor dua sebagai penerima diakonia karitatif.
Sinode GMIT melalui UPP kategorial IDD ini akan melaksanakan Workshop Gereja Ramah Disabilitas dan Pelatihan Bahasa Isyarat.
Kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan GMIT dalam mendukung inklusivitas di lingkungan pelayanan GMIT.
Untuk memastikan hal tersebut dapat tercapai maka Minggu, 22 Juni 2025, bertempat di gereja GMIT Paulus Kupang, diperhadapkan panitia pelaksana kegiatan Workshop Gereja Ramah Disabilitas dan Pelatihan Bahasa Isyarat.
Hal ini merupakan bagian dari program kerja Unit Pembantu Pelayanan Insan Dengan Disabilitas Sinode GMIT.
Baca juga: Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta untuk GMIT Silo Naikoten 1
Kebaktian perhadapan dan peneguhan panitia pelaksana yang berjumlah 60 orang dan 19 orang pengarah dipimpin oleh Pdt B. J. Nunuhitu, S.Th, M.Th.
Dalam kebaktian perhadapan dan peneguhan panitia pelaksana ini juga disampaikan suara gembala oleh Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb M. Blegur, S.Th.
Pdt Saneb menyampaikan bahwa GMIT memiliki komitmen untuk menyediakan ruang bagi penyandang disabilitas.
Di GMIT sendiri saat ini penyandang disabilitas berjumlah kurang lebih 5.000 orang.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.