Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 22 Juni 2025, Sakramen Ekaristi : Harta Rohani yang Tak Pernah Habis

Kebutuhan spiritual umat yang sangat mengagumkan yang tak terbandingkan sepajang sejarah keselamatan umat manusia adalah Ekaristi Kudus

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Minggu, 22 Juni  2025 Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Pater Fransiskus Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: (Kej 14:18-20; Mzm 110:1 2.3.4; 1Kor 11:23-26; Luk 9:11b-17)

"Mereka semua makan sampai kenyang. Lalu dikumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak dua belas bakul." (Luk 9:17). Sakramen Ekaristi Tubuh dan Darah Tuhan adalah makanan rohani yang paling sempurna bagi kita. 

Kebutuhan spiritual umat yang sangat mengagumkan yang tak terbandingkan sepajang sejarah keselamatan umat manusia adalah Ekaristi Kudus.  

Kita hormati, kita banggakan dan kita jaga sebagai harta rohani yang senantiasa menyegarkan, menguatkan dan memuaskan kita para peziarah pengharapan. 

Ketika merayakan HR Tubuh  dan Darah Kristus ada sukacita dan kegembiraan yang luar biasa terjadi di tengah-tengah umat teristimewa dalam keluarga-keluarga Katolik yang usia anak mereka sudah saatnya menerima Tubuh dan Darah Tuhan untuk pertama kali. 

Perpaduan syukur dan kegembiraan yang sangat mengagumkan atas berkat besar Tuhan, yang amat mencintai kita. Sakramen Ekaristi: perayaan kenangan akan wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus, perayaan syukur Gereja, syukur keluarga dan syukur seluruh umat Allah. 

Umat bersyukur atas buah penebusan yang dialami secara nyata dengan Tuhan Yesus melalui Tubuh Kudus-Nya yang mereka terima. Demikian juga umat di padang Gurun Yesus kasih kenyang mereka. 

Para rasul berperan amat penting dalam peristiwa akbar ini. Kejadian yang luar biasa ini merupakan lambang Ekaristi. Melimpahnya makanan rohani bagi umat perjanjian baru yang mengandalkan sebagai Tuhan Yesus sebagai Sang Juru selamat-Nya. 

Tuhan selalu menyediakan rezeki rohani melimpah dan takkan pernah habis untuk memenuhi kebutuhan spiritual kita hingga keabadian. Peristiwa penggadaan roti oleh Tuhan selalu saja menjadi momen rohani yang spesial karena selain selalu kontekstual tetapi berhubungan langsung dengan peristiwa perjamuan malam terakhir Yesus bersama rasul-rasul-Nya. 

Melalui peristiwa ini Yesus mengadakan Sakramen Ekaristi demi kepentingan pemenuhan  kebutuhan rohani kita di dunia dan Surga kelak. Peristiwa padang gurun, Yesus beri makan kira-kira lima ribu laki-laki. Bahan yang tersedia lima roti dan dua ikan. 

Yesus menyuruh duduk berkelompok dengan jumlah orang perkelompok lima puluh (Luk 9:4). Ada seratus kelompok. Pelayan 12 orang. Dua rasul layani 10 kelompok dan 8 rasul lainnya masing-masing layani 8 kelompok. 

Yesus membuat para rasul melayani dengan cekatan. Bentuk pelayanan yang lebih intensif, efisien, cepat dan fokus. Lima ribu orang laki-laki terlayani dengan baik dengan roti sisa setelah mereka makan kenyang berjumlah 12 bakul penuh. 

Mereka semua bersyukur atas kelimpahan rezeki yang mereka terima.   Melkisedek, raja Salem, sang Imam Allah Yang Mahatinggi pun bersyukur dan memberkati Abram atas kemenangannya.

Melkisedek bersyukur dan bersukacita dengan menyajikan roti dan anggur di hadapan Abraham (Kej 14:18). 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved