Politani
Prodi PPLK Politeknik Pertanian Negeri Kupang Perkuat Kapasitas Petani di Desa Oelatimo
Kegiatan PKM ini juga mencakup sesi demonstrasi lapangan yang memperlihatkan praktik pembuatan pupuk organik dan teknik budidaya yang ramah lingkungan
Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLK) Jurusan Manajemen Pertanian Lahan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mandiri di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Selasa 17 Juni 2025.
Kegiatan ini mengusung tema "Penguatan Kapasitas Petani dalam Mendukung Program Swasembada Pangan di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang."
Koordinator Program Studi PPLK, Cokorda Bagus DPM, S.Pt, M.Pt dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani melalui penyuluhan dan demonstrasi langsung, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, pengelolaan limbah dan penanganan ternak.
"Kami datang bukan hanya membawa teori, tapi juga pengalaman lapangan. Kami ingin memberikan yang terbaik agar para petani bisa mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan ini. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam program desa binaan," ujar Cokorda Bagus dalam wawancara bersama Pos Kupang, Rabu (18/6/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Desa Oelatimo, termasuk Kepala Seksi Pemerintahan, Desmen Suan, SH, staf pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan, serta ketua dan sekretaris dari 24 kelompok tani, dengan total peserta sekitar 50 orang. Sementara dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang hadir tim pengabdian yang terdiri dari dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), teknisi, dan mahasiswa Prodi PPLK.
Desmen Suan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk peningkatan keterampilan dan pola pikir petani di desa tersebut.
“Kami harap kolaborasi seperti ini dapat terus terjalin. Kami juga mendorong agar perencanaan ketahanan pangan bisa dilakukan lebih terstruktur melalui pengelolaan keuangan desa yang baik,” ungkapnya.
Ia juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan program pertanian di desa.
Oleh karena itu, ia menilai sinergi dengan politeknik pertanian negeri kupang menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian.
Dalam sesi pemaparan materi, Prof Dr. Ir. Rupa Mateus M.Si turut menekankan pentingnya pengembangan pertanian berkelanjutan di Desa Oelatimo yang memiliki potensi besar pada tanaman jagung dan kacang hijau.
“Desa ini menjadi desa program pangan. Kita dorong petani untuk mulai memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik. Ketergantungan pada pupuk kimia membuat produktivitas tidak stabil, apalagi kondisi tanah saat ini sudah mulai jenuh,” jelas Prof. Rupa Mateus M.Si.
Kegiatan PKM ini juga mencakup sesi demonstrasi lapangan yang memperlihatkan praktik pembuatan pupuk organik dan teknik budidaya yang ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi PPLK berharap mampu mendorong terwujudnya ketahanan pangan berbasis potensi lokal di wilayah kering seperti Oelatimo, sekaligus membangun semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat tani. (iar)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
Gubernur NTT Buka Diseminasi Hasil Riset Program Berdikari di Desa Merbaun Kabupaten Kupang |
![]() |
---|
Tim Monitoring Kemendiktisaintek Kunjungi Politani, Cek Uji Kompetensi Mahasiswa |
![]() |
---|
Sinergi Politani Kupang, PEPPSI dan Pemerintah untuk Tingkatkan Produktivitas Sapi di NTT |
![]() |
---|
Gelar PKKMB, Direktur Politani Kupang Ingatkan 740 Maba Jangan Jadi Mahasiswa Abadi |
![]() |
---|
Politani Kupang Gelar Seleksi Lomba IPEC 2025, Cetak Mahasiswa Berwawasan Global |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.