Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 18 Juni 2025, "Hindari Pamer Kebaikan untuk Cari Pujian"

Tuhan mengajarkan kita untuk selalu mengasihi dan mendermakan dengan tulus ikhlas apa yang telah kita terima dari kemurahan Allah

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik
Rabu, 18 Juni 2025
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
HINDARI PAMER KEBAIKAN UNTUK CARI PUJIAN
(2Kor 9:6-11; Mzm 112:1-2.3-4.9; Mat 6:1-6.16-18)

"Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka, Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." (Mat 6:4).

Perbuatan seseorang tak terlepasa dari intensi dan pikirannya. Ketika pikirannya terpenuhi dengan hal-hal baik maka tindakannya pasti menyenangkan.

Tantangan yang mesti diwaspadai ialah seorang musuh atau lawan yang akan hadir untuk mengisi pikiran kita dengan hal-hal buruk lalu mengaburkan niat baik untuk melakukan kebajikan sesuai kewajiban agama. Allah menciptakan dan menaruh belas kasih kepada kita.

Tuhan mengajarkan kita untuk selalu mengasihi dan mendermakan dengan tulus ikhlas apa yang telah kita terima dari kemurahan Allah. Kewajiban melakukan kebaikan berlaku universal untuk semua. Apalagi kebaikan yang berkaitan dengan kewajiban agama itu, merupakan keutamaan.

Yesus mengawasi kita untuk menghindari keutamaan kegamaan itu dimanfaatkan sebagai ruang untuk pamer kebaikan dan momen mencari pujian.

Sikap waspada dan rendah hati mesti melekat dalam diri seorang pengikut Tuhan. Kedua sikap itu menjadi modal utama bagi seorang anak manusia untuk mengontrol perilaku hidupnya. Pujian sebagai sebuah apresiasi atas sebuah prestasi tertentu adalah sah-sah saja.

Namun pujian dan sanjungan yang berlebihan bisa membuat seseorang jatuh karena kehilangan kendali diri. Yesus dan Bapa-Nya murah hati kepada kita.

Sebagaimana kita telah menerima banyak hal baik dari Tuhan, demikian juga kita berbelas kasih kepada sesama kita. Santo Paulus menegaskan bahwa pemberian kepada sesama diukur dari kerelaan dan keikhlasan memberi.

Pemberian tulus selalu saja mendatangkan sukacita, karena satu perbuatan baik, sudah berhasil kita lakukan. Maka Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. 

"Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam berbagai kebajikan." (2Kor 9:8).

Iman akan kemurahan Tuhan bagi manusia memungkinkan kita untuk melakukan kebajikan dengan kegembiraan.

Maka Pemazmur pun bermadah demikian, "Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

Orang takwa memberi derma dengan murah hati. Kebaikannya tetap selamanya; kekuatannya tiada bandingnya." (Mzm 112:1-2.9).

Semakin banyak berbuat kebaikan kita semakin rendah hati agar tidak terjebak dalam sikap sombong yang menyebabkan kejatuhan dan akhirnya kehilangan Kerajaan abadi yang Yesus janjikan dan siapkan bagi setipa pengikut-Nya. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu / Pekan Biasa XI / C, 180625)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved