Flores Timur Terkini
Siap Huni Rumah Bantuan, Tunanetra di Flores Timur Sampaikan Terima Kasih
Rumah tipe riska berukuran 6x6 meter persegi itu berdiri di wilayah Waidoko, Kecamatan Ile Bura, sekira tiga kilometer dari Nobo.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Seorang tunanetra, Charles Bukan, warga Desa Nobo, Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, NTT, dalam waktu dekat ini akan menempati rumah bantuan untuk korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Rumah tipe riska berukuran 6x6 meter persegi itu berdiri di wilayah Waidoko, Kecamatan Ile Bura, sekira tiga kilometer dari Nobo. Charles bersama dua anggota keluarganya tak sabar menempati rumah baru yang tahan gempa itu.
Charles sedari awal konsisten memilih relokasi mandiri ketimbang direlokasi terpusat. Pria 46 tahun itu tak bisa jauh dari rumah peninggalan orang tuanya yang telah berpulang, Mateus Bukan (ayah) dan Sesilia Temu (ibu).
"Kalau relokasi terpusat kan lokasinya jauh dan memakan waktu lama. Saya siapkan lahan sendiri untuk dibangun rumah. Saya tidak bisa jauh dari Lewotanah (kampung halaman), apa lagi rumah ini," katanya, Jumat, 13 Juni 2025 siang.
Charles menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui BNPB RI, Pemkab Flores Timur, serta pihak-pihak yang punya andil dalam pembangunan rumah untuknya.
"Terima kasih banyak atas kepedulian untuk saya dan keluarga. Semoga secepatnya kami bisa tinggal di rumah yang aman dan nyaman itu," ucapnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Flores Timur, Fredy Moat Aeng, mengatakan rumah contoh untuk Charles Bukan di Waidoko sudah 100 persen rampung.
Baca juga: Cerita Tunanetra di Flores Timur, Bermusik Pakai Insting Bukan Mata
"Sudah selesai, yang di Waidoko itu untuk pak Charles, beliau yang difabel. Beliau orang Nobo yang bersedia relokasi mandiri," ujar Fredy saat diwawancara melalui sambungan telepon.
Fredy memastikan bahwa Pemerintah pasti menjamin pembangunan rumah bagi penyintas yang bersedia direlokasi mandiri. Untuk rumah contoh tahap dua akan segera dibangun dalam waktu dekat.
"Intinya mereka punya lahan, kita siap bangun. Kalau punya lahan, mereka bisa usulkan ke pemerintah desa lalu sampaikan ke kami supaya langsung tindak lanjut," ucapnya.
Sementara relokasi terpusat, jelas Fredy, masih terus berjalan. Pemerintah membuka jalan ke lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) di Noboleto, Kecamatan Ile Bura.
"Akses ke lahan Noboleto sedang dibuka, dua alat berat kita kerahkan dan sekarang ini sudah 2 kilometer dari total jarak sekira 5,5 kilometer," katanya. (cbl)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Warga Lembata Panen Ikan di Kawasan Muro Pasca Ditutup Selama Dua Tahun |
![]() |
---|
Ini Ultimatum Bagi Rekanan yang Mengerjakan Proyek Rp 3,9 Miliar RSUD Larantuka |
![]() |
---|
Baru Dibangun, Atap Huntara III di Flores Timur NTT Mulai Terbongkar |
![]() |
---|
Ricuh Liga Tarkam di Flores Timur, Bupati Anton Doni Sampaikan Permohonan Maaf ke Bupati Lembata |
![]() |
---|
Kericuhan Besar Liga Tarkam Flores Timur, Panitia Tetap Lanjutkan Turnamen |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.