Sikka Terkini
Warga Sikka Tenang Tapi Waspada Dinas Pertanian Pastikan Stok Vaksin Rabies Aman
Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, memastikan stok vaksin rabies yang dapat disuntikkan ke hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Sikka tersedia cukup
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Provinsi NTT, memastikan stok vaksin rabies yang dapat disuntikkan ke hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Sikka tersedia dalam jumlah yang cukup.
Kepala Dinas Pertanian Sikka, Yohanes Emil Satriawan mengatakan, Distan Sikka mendapatkan bantuan vaksin HPR berjumlah 3.150 dosis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tahun 2024.
"Stok vaksin HPR masih ada 3.150 dosis Bantuan dari BNPB thn 2024," ujarnya, Selasa (10/6).
Yohanes Emil Satriawan pun menghimbau kepada masyarakat agar jangan khawatir karena vaksin rabies tersedia dalam jumlah yang cukup.
Baca juga: Sikka Waspada, 17 Sampe Hewan Penular Rabies Ternyata Positif Rabies
"Kami minta warga agar memelihara anjing dengan dikandangkan atau diikat sehingga aman dari penularan penyakit rabies yang dibawa oleh anjing liar," kata Yohanes Emil Satriawan.
Selain itu, bagi masyarakat yang hendak melakukan vaksinasi kepada hewan penular rabies agar bisa membawa HPR ke laboratorium veteriner dinas Pertanian Kabupaten Sikka.
Menurut Yohanes Emil Satriawan, hingga saat ini, Dinas Pertanian Sikka dan stekholder lainnya sedang melakukan penertiban HPR di Desa Watukobu, Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka, NTT.
Untuk diketahui, sebanyak 17 dari 41 sampel hewan penular rabies yang diuji laboratorium, positif rabies. Sampel yang positif itu bersal dari Kecamatan Waigete, Hewokloang, Mego, Talibura dan Kewapante.
Kepala Dinas Pertanian Sikka, Yohanes Emil Satriawan mengatakan, hasil uji laboratorium terhadap sampel rabies yang berjumlah 41 sampel itu, 17 sampel dinyatakan positif rabies sedangkan 24 sampel negatif.
Dijelaskan Yohanes Emil Satriawan, 17 sampel yang positif rabies berasal dari 10 desa di lima Kecamatan yang tersebar di Kecamatan Waigete, Hewokloang, Mego, Talibura dan Kewapante.
Baca juga: APPA NTT Ingatkan Restitusi untuk Korban Kejahatan Eks Kapolres Ngada Fajar Lukman
Sebanyak 10 desa dimaksud yakni Desa Pogon, Aibura, Runut, Baomekot, Kajowair, Ndaimbere, Darat Gunung, Kringa, Talibura dan Watukobu.
Menyikapi kondisi ini, Bupati telah mengeluarkan Instruksi Bupati Sikka Nomor Distan.100.3.4.2./05/III/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Rabies dan langkah-langkah Pencegahannya di Sikka.
"Salah satu point instruksi ini adalah penerapan standard operasional/ petunjuk teknis terhadap desa/kelurahan yang telah terkonfirmasi tertular/ positif rabies, berdasarkan hasil uji sampel rabies secara laboratorium," ujar Yohanes Emil Satriawan, Senin (9/6).
Dikatakan Yohanes Emil Satriawan, Dinas Pertanian Kabupaten Sikka melalui Bidang Kesehatan Hewan telah melakukan KIE, sekaligus penjelasan teknis tentang standar operasional desa positif rabies dan penelusuran kasus ke desa-desa yang telah tertular rabies tersebut.
Kepala desa dimaksud diminta segera menindaklanjuti temuan itu dan melaksanakan Instruksi Bupati tersebut.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kecamatan, Desa, Dinas kesehatan, Puskesmas, TNI, Polri, Pihak Gereja, Pihak Sekolah, BPD, BPP serta stake holder terkait lainnya untuk penanganan kasus rabies.
"Desa-desa yang telah melaksanakan yakni Desa Kringa, Desa Baomekot, Desa Kajowair, Desa Watukobu. Desa lainnya sudah dilakukan koordinasi dengan Pihak Kecamatan dan Desa untuk dijadwalkan dilakukan rakor tingkat kecamatan atau desa tentang penerapan Instruksi Bupati diatas," ujar Yohanes Emil Satriawan.
Baca juga: Wakajati NTT Minta 9 JPU Tidak Main-main Tangani Perkara Eks Kapolres Ngada
Sesuai hasil rakor tingkat desa, tambah Yohanses, Desa Watukobu telah dibuat SK Camat tentang Penetapan Desa Tertular Rabies dan SK Kepala Desa tentang Pembentukan Tim Reaksi Cepat Rabies.
Kemudian, pengumuman lewat mimbar gereja, dusun dan akan dilakukan penertiban anjing yang tidak diikat/ dikandangkan oleh TRC Rabies mulai Tanggal 10 Juni 2025 mendatang.
Sementara itu, Desa Baomekot dan Kringa telah membuat SK Camat tentang Penetapan Desa Tertular Rabies dan SK Kepala Desa tentang Pembentukan Tim Reaksi Cepat Rabies. (awk)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ketua DPRD Sikka Minta Pemerintah Siapkan Anggaran untuk Pendidikan |
|
|---|
| Kabur ke Mimika Sejak Tahun 2022, Pelaku Pencabulan Ditangkap Personel Polres Sikka |
|
|---|
| Menteri Koperasi Ferry Juliantono Apresiasi Koperasi di NTT, KSP Obor Mas Jadi Inspirasi Nasional |
|
|---|
| Melki Laka Lena Dorong Koperasi di NTT Naik Kelas ke Sektor Produktif |
|
|---|
| Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dijadwalkan Akan Buka RAT KSP Kopdit Obor Mas di Sikka NTT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/elim.jpg)