Kamis, 23 April 2026

Opini

Opini: Film Berbasis Budaya Lokal Dukung Pembangunan NTT

Di seluruh pelosok NTT, tumbuh komunitas-komunitas film independen yang kreatif dan penuh semangat. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.PRIBADI
Pieter Kembo 

Oleh: Pieter Kembo 
Seniman Teater dan  Sutradara Film NTT, Penerima Anugerah Kebudayaan NTT Kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaru

POS-KUPANG.COM - Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah gugusan pulau-pulau yang kaya akan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. 

Dari lisan yang diwariskan turun-temurun, tarian-tarian ritual, kain tenun yang sakral, hingga lanskap alam yang memukau—semuanya adalah potensi besar yang tidak hanya layak dilestarikan, tetapi juga diangkat dalam medium yang menjangkau luas: film.

Sebagai daerah yang sedang tumbuh dan berbenah dalam berbagai sektor, NTT sejatinya telah memiliki fondasi nilai-nilai luhur yang kuat untuk membangun masa depannya. 

Nilai-nilai ini tidak harus selalu dikemas dalam bentuk konvensional. 

Film berbasis budaya lokal adalah salah satu jawaban penting untuk mengangkat dan menyebarluaskan kekayaan ini ke dunia luas, sekaligus menjadi alat strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Namun, potensi besar ini akan tetap menjadi angan jika komunitas film lokal tidak diberdayakan. 

Di seluruh pelosok NTT, tumbuh komunitas-komunitas film independen yang kreatif dan penuh semangat. 

Mereka adalah generasi baru sineas yang, meskipun terbatas secara fasilitas dan dukungan, terus berkarya menggali kisah-kisah dari tanah sendiri.

Pemerintah dan semua pemangku kepentingan di NTT harus memandang mereka sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar pelengkap.

Pemberdayaan komunitas film di NTT harus menjadi agenda nyata. Melalui pelatihan, pendampingan, pemberian akses produksi, distribusi, serta kerja sama dengan pelaku industri nasional dan internasional, para sineas NTT akan semakin berdaya menciptakan film-film berkualitas. 

Film-film yang tidak hanya mengekspresikan budaya, tetapi juga memantik minat wisatawan, memperkuat jati diri masyarakat, dan membuka ruang-ruang ekonomi kreatif baru.

Dengan film, kita tidak hanya menonton cerita. Kita menyaksikan identitas. 

Kita belajar memahami, menghargai, dan membangun bersama. Oleh karena itu, sudah saatnya NTT menjadikan film lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Sebagai seorang seniman teater dan sutradara film yang telah mendedikasikan diri untuk mengangkat narasi lokal melalui seni visual, saya percaya bahwa film dapat menjadi jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang cerah bagi NTT. 

Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung dan mendorong tumbuhnya industri film lokal berbasis budaya. 

Sebab ketika budaya diberdayakan, pembangunan akan mengakar kuat dan melaju jauh. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved