Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 2 Juni 2025, "Tidak Takut Buat Salah Merancang Malapetaka"

Bahkan ia digoda untuk sepakat bekerja menyeleweng. Ia juga digoda setan menjauh dari Tuhan dan orang bijak, untuk melakukan hal-hal jahat

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik Senin 2 Juni 2025
TIDAK TAKUT BUAT SALAH MERANCANG MALAPETAKA UNTUK DIRI SENDIRI
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 19:1-8; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab; Yoh 16:29-33)

"Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu akan meninggalkan Aku seorang Diri." (Yoh 16:32). Msnusia selalu digoda iblis untuk saling memisahkan diri seorang demi seorang.

Bahkan ia digoda untuk sepakat bekerja menyeleweng. Ia juga digoda setan menjauh dari Tuhan dan orang bijak, untuk melakukan hal-hal jahat seperti kerja tidak jujur, kerja tidak disiplin dan selalu ngotot menuntut haknya walau kewajibannya ia abaikan. Ia berpikir Tuhan pura-pura tidak tahu hal buruk yang ia lakukan.

Kejahatan terbesar dalam dunia pendidikan adalah merekayasa nilai raport siswa atau mahasiswa. Uang berkata: "Kejarlah aku dan lupakan segalanya. Apa yang kita tanam itu pulalah yang kita petik. Cara kerja rekayatip, cara kerja manipulatip menanti hukuman, entah lama, entah cepat akan terlaksana.

Inilah cara jitu iblis menggiring manusia di dunia dalam rancangan penderitaan dan penganiayaan diri sendiri. Atau dunia setan mendesak manusia memfitnah, menjatuhkan dan menganiaya orang yang bekerja jujur untuk disingkirkan. Wahai kamu orang-orang yang bekerja jujur dan tersingkirkan ingatlah pesan Tuhan ini, "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

(Yoh 16:33b). Allah tetap melindungi dan menyertai umat-Nya yang bekerja keras untuk hidup jujur di hadapan-Nya. Orang jahat akan lenyap. Orang beriman mengandalkan Tuhan dalam pelbagai kondisi hidupnya. Roh Kudus mengajarkan kebenaran dan menyanggupkan kita untuk bekerja jujur namun roh dunia, roh kegelapan dunia ini terus menggoda manusia untuk mencelalakan diri dengan hidup tanpa damai sejahtera.

Untuk keselamatan, Injil Kerajaan Allah dan damai sejahtera manusia, Paulus terus bekerja giat mewartakannya. Kepada orang Efesus, Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan membaptis banyak orang. Melalui pembaptisan orang percaya kepada Kristus dan oleh daya Roh Allah sendiri, orang yang percaya dapat menjadi serupa dengan Kristus.

"Paulus membaptis dan mencurahkan Roh Kudus bagi dua belas orang Efesus dan mereka penuh dengan Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa Roh serta bernubuat." (Kis 19:5.6.7). Allah menyelamatkan orang-orang yang bertobat dan membuka hatinya untuk percaya kepada Yesus Putra-Nya.

Orang jahat dilenyapkan. Maka Pemazmur melantunkan kidung pujiannya, "Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik (jahat) binasa di hadapan Allah." (Mzm 68:2-3). Kita semua membutuhkan pertobatan untuk keselamatan.

Kita orang Katolik adalah misionaris Allah di tengah dunia untuk bersaksi tentang kebenaran, kejujuran dalam pelbagai bidang kehidupan seperti politik, pendidikan, pemerintahan yang baik, dan lain-lain. Dengan bantuan Roh Kudus kita senantiasa diarahkan untuk mematuhi kehendak Allah dan mengamalkannya dalam cara hidup yang terpuji dan bukan tercela. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan VII Paskah/C, 020625)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved