Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Mei 2025, Rindu Memandang Wajah Kristus dan BundaNya Perawan Marian
Dalam sejarah terbukti bahwa Bunda Maria hanya menampakkan diri kepada orang-orang yang rajin dan setia mendaraskan doa Rosario.
Renungan Harian Katolik
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
RINDU MEMANDANG WAJAH KRISTUS DAN BUNDA-NYA PERAWAN MARIA
(Zef 3:14-18a; Mzm:Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Luk 1:39-56)
"Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus." (Luk 1:41). Setiap orang Katolik pasti rindu untuk memandang wajah Kristus dan Bunda-Nya Santa Perawan Maria. Dekapan penuh kasih kelembutan Sang Bunda kepada anak-anaknya pun tentu tak luput dari dambaan.
Momen suci penuh kehangatan untuk memandang Bunda adalah ketika mendaraskan doa Rosario. Dalam sejarah terbukti bahwa Bunda Maria hanya menampakkan diri kepada orang-orang yang rajin dan setia mendaraskan doa Rosario.
Melalui doa sederhana ini kita tidak hanya bertemu dengan Bunda, tertapi mempererat relasi kasih kekeluargaan rohani di antara kita sebagai turunan Allah. Kita saling jumpa sebagai keluarga Allah dalam bimbingan Bunda Maria.
Perjumpaan untuk berdoa Rosario dan mengakrabkan kita satu sama lain diinspirasi oleh Tuhan Yesus sendiri. Tuhan selalu mengarahkan kita dengan kekuatan Roh Kudus agar hidup bersatu, bersaudara, saling memperhatikan bahkan saling mengunjungi untuk saling berbagi damai (salam yang kita ucapkan), kasih dan berkat Tuhan.
Kunjungan ini penting untuk saling menyapa, meneguhkan dan menguatkan agar sukacita dan kegembiraan selalu hadir dalam hidup kita.
Sebagaimana Maria bawa sukacita, kegembiraan bahkan membawa Roh Kudus kepada Elisabet, demikian juga kehadiran kita di tengah keluarga yang sedang dilanda aneka kerumitan hidup. Kehadiran sesungguhnya merupakan syering kehidupan yang hangat yang mesti terus dirawat di antara kita umat beriman. Bunda Maria tidak hanya membagi sukacita, Ia pun mendapat kegembiraan spiritual yang luar biasa dalam dirinya, "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku, sebab Ia telah memperhatikan hamba-Nya." (Luk 1:46-48).
Ketika ada bersama terjadi suasana damai yang meneduhkan maka kasih Tuhan sungguh nyata dalam hidup kita. Maria dan Yesus hadir dalam keluarga Elisabet dan keluarga-keluarga Katolik yang setia dan rajin berdoa Rosario, demikian Allah karena kasih-Nya kepada bangsa Israel, Ia pun hadir di tengah-tengah mereka. Allah hadir sebagai pahlawan yang memberi kemenangan atas musuh-musuh, menyingkirkan hukuman dan memberi kekuatan agar tidak takut dan lunglai terhadap malapetaka.
"Allah bersukaria karena engkau, Ia membarui engkau karena kasih-Nya, dan Ia bersorak gembira karena engkau." (Zef 3:17b). Ternyata tidak hanya manusia yang bersukacita karena kasih Tuhan, tetapi Allah pun bersorak gembira karena kesetiaan umat yang Ia sayangi sebagai milik pusaka-Nya.
Maka Allah dalan Diri Yesus Putra-Nya mengasihi kita tanpa batas. Maka Pemazmur pun melantungkan madah pujiannya, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritakanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa, mashyurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur." (Yes 12:4bcd).
Berjuanglah berdoa dan berdoa Rosario serta selalu hadir dalam Perayaan Ekaristi biar Tuhan semakin nyata dalam cinta kasih di antara kita untuk saling mempedulikan satu sama lain. Ingat bahwa semangat hidup ego makin berkembang pesat, hidup saling sikut kepentingan seamakin transparan, saling mengabaikan dan tidak saling peduli seakan menjadi habitus baru dalam era kita ini.
Kiranya sikap hidup saling mengabaikan tersingkir dari cara hidup berkomunitas kita entah dalam ruang lingkup paling kecil dalam keluarga, dan lingkup hidup sosial yang lebih luas.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu / Pekan VI Paskah / C, 310525)
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025, "Karunia dalam Kerendahan Hati" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025, "Orang yang Rendah Hati Diberkati Tuhan" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025, “Siapa Merendahkan Diri akan Ditinggikan" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik 31 Agustus 2025, "Perjamuan Istimewa Bagi Orang Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.