Minggu, 3 Mei 2026

Amerika Serikat

Elon Musk Hadir di Gedung Putih dengan Mata Lebam, Ada Apa Gerangan?

Laporan itu mengatakan, ketamin yang dikonsumsi Elon Musk bahkan berdampak pada kandung kemih. 

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dion DB Putra
TNS via DailyMail.co.uk
WAJAH LEBAM - Miliarder Elon Musk. Dia hadir di Gedung Putih dengan wajah lebam, Jumat (30/5/2025). Hal tersebut memunculkan aneka spekulasi, termasuk penggunaan narkoba. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON DC – Miliarder Elon Musk hadir di Gedung Putih dengan wajah lebam, Jumat (30/5/2025).

Elon Musk yang sudah mundur dari pemerintahan Donald Trump kala itu memakai kaus dan jas hitam serta topi bertuliskan Dogefather.

Wajahnya yang lebam menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat Amerika Serikat, termasuk dugaan soal penyalahgunaan narkoba. 

Spekulasi itu diperkuat laporan investigasi The New York Times yang terbit di hari yang sama.  

Dalam laporan tersebut, Elon Musk disebut mengonsumsi ketamin dalam jumlah besar, melebihi penggunaan sesekali yang pernah ia akui sebagai resep untuk mengatasi depresi.  

Laporan itu mengatakan, ketamin yang dikonsumsi Elon Musk bahkan berdampak pada kandung kemih. 

Bos Tesla ini juga dilaporkan menggunakan ekstasi, jamur psikedelik, dan membawa kotak obat harian berisi sekitar 20 butir pil, termasuk yang diduga mengandung stimulan seperti Adderall. 

“Penggunaan obat-obatan oleh Musk jauh melampaui batas,” tulis The Times, mengutip narasumber yang mengenalnya secara langsung, serta bukti visual berupa foto kotak obat. 

Tanggapi santai

Akan tetapi Elon Musk menanggapi rumor soal matanya dengan penjelasan yang santai.  

Saat ditanya wartawan, ia menjawab bahwa lebam itu adalah hasil dari bermain bersama anaknya, X Æ A-Xii, yang ia panggil X. 

“Saya cuma bercanda dengan si kecil X dan saya bilang, ‘Ayo, pukul wajah ayah,’ dan dia benar-benar melakukannya,” ujar Musk sambil tersenyum.  “Ternyata pukulan anak usia lima tahun bisa begini juga,” imbuhnya. 

Donald Trump yang saat itu berdiri di samping Musk mengaku terkejut.  “Saya malah tidak memperhatikan matanya tadi,” ujarnya, sambil tertawa kecil ketika mengetahui penyebabnya adalah putra Musk sendiri. Musk menambahkan, ia awalnya bahkan tidak menyadari adanya luka.  

“Saya tidak terlalu merasakannya waktu itu. Tapi kemudian, ya, muncul lebam-lebam,” katanya. 

Pria berusia 53 tahun ini juga tidak meladeni wartawan yang menanyakan pendapatnya soal laporan The New York Times

"Baik, pertanyaan selanjutnya," katanya saat ditanya tentang artikel tersebut, sebelum mengecam The New York Times atas "kebohongan mereka tentang tipuan Russiagate". 

Kehadiran Musk di Gedung Putih kali ini menandai berakhirnya masa tugas resminya sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). 

Meski secara resmi mundur, baik Musk maupun Trump memastikan bahwa hubungan mereka tetap erat.  “Saya akan tetap menjadi teman dan penasihat presiden,” kata Musk.  

Donald Trump menimpali, “Elon akan terus bersama kami. Dia tidak benar-benar pergi.” 

Laporan The New York Times juga mengulas kembali momen Musk di panggung Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) pada Februari lalu, ketika ia menggunakan gergaji mesin sebagai simbol pemangkasan birokrasi.  

Pidatonya kala itu dinilai tidak terstruktur, diselingi tawa-tawa acak, dan disampaikan sambil tetap mengenakan kacamata hitam di dalam ruangan, sehingga isu penyalahgunaan narkoba sangat santer diperbincangkan. 

Namun, dalam penampilannya kali ini, Musk tampak lebih tenang. Bahkan sehari sebelumnya, ia telah muncul dalam video peluncuran rencana awal SpaceX untuk misi ke Mars, dengan lebam di mata yang sudah tampak sejak saat itu. 

Sumber: Kompas.com

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved