Human Interest Story

FEATURE: Kisah Siswa SMPN Henga Talibura Sikka asal Lewomada Setiap Hari Jalan Kaki 10 KM 

Persoalan dunia Pendidikan di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT terus menambah cerita Panjang dan belum terselesaikan dengan baik.

Penulis: Aris Ninu | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
SMPN HENGA - Siswa SMPN Henga asal Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Sikka NTT yang berjalan kaki setiap hari ke sekolahnya. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM,MAUMERE - Persoalan dunia Pendidikan di Kabupaten Sikka, Provinsi NTT terus menambah cerita Panjang dan belum terselesaikan dengan baik.

Pasalanya, infrastruktur dan sarana pendukung pendidikan terus ada di daerah ini dan menggangu masa depan siswa dan anak-anak bangsa.

Kali ini, cerita buram tentang pendidikan datang dari siswa SMPN Henga di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

Yang mana para siswa SMP di sekolah negeri yang ada di Pantai Utara Sikka Flores setiap hari harus berjalan kaki guna mengenyam ilmu di bangku sekolah.

Baca juga: Guru Honorer di Sikka Digaji Rp 300 Ribu, Rela Jalan Kaki 6 Kilo ke Sekolah Melewati Hutan

Mereka harus berjalan dari Desa Lewomada ke Desa Henga, Kecamatan Talibura 10 Km per hari. Jika pergi dan pulang sekolah berarti mereka harus berjalan kaki 20 Km.

Cerita pilu siswa SMP di Sikka jalan kaki ke sekolah terekam POS-KUPANG.COM dalam perjalanan jurnalistik ke Desa Lewomada, Rabu, 28 Mei 2025 siang.

Yang mana ketika memasukki Desa Henga POS-KUPANG.COM sempat memberikan tumpangi kepada siswa SMPN Henga yang barus pulang sekolah.

Dalam perjalanan dari Henga ke Lewomada para siswa ini mengungkapkan, kalua setiap hari ke sekolah dengan berjalan kaki.

Dari Lewomda ke Henga 10 Km dan harus dengan jalan kaki karena kendaraan umum sangat terbatas.

Baca juga: Temui Guru Honor dan Cek Kondisi Sekolah, Bupati Sikka Jalan Kaki 6 Kilometer ke Wairbukang

"Kalau naik angkutan berarti sekali jalan 5000 berarti pergi pulang 10 ribu. Satu bulan bisa 50 ribu untuk angkutan ke sekolah. Kami lebih sering jalan kaki ketimbang naik angkutan. Kalau ada yang beri kami tumpangan saat pergi dan pulang sekolah kami bersyukur sekali," ujar siswa SMPN Henga.

Setiap hari  siswa sekolah itu yang tinggal di Desa Lewomada harus berusaha bangun pagi biar tiba di sekolah tepat waktu.  Desa Lewomada dan Desa Henga berada di ruas jalan Mudajebak-Napung Mali atau Pantai Utara Sikka.

Akan tetapi angkutan ke desa itu masih minim karena banyak melayani rute Lewomada ke Maumere, pusat ibukota Kabupaten Sikka.

Cerita siswa SMPN Henga asal Lewomada yang jalan kaki ini dibenarkan oleh Kades Lewomada, Dominikus Pondeng.
 
Kepada POS-KUPANG.COM, di Desa Lewomada, sang kades mengisahkan kalau pihak desa pernah mengusulkan ada angkutan desa bagi siswa tapi ada kendala dari para orangtua soal biaya.

SMPN HENGA  - Siswa SMPN Henga asal Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Sikka NTT yang berjalan kaki setiap hari ke sekolahnya.
SMPN HENGA - Siswa SMPN Henga asal Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Sikka NTT yang berjalan kaki setiap hari ke sekolahnya. (POS-KUPANG.COM/ARIS NINU)

"Kami sempat cari alternatif siapkan kendaraan atau angkutan tapi lagi-lagi soal biaya yang berat. Orangtua siswa mengaku tidak sanggup. Ada juga kami siapkan asrama tapi mereka sampaikan kebutuhan makan minum siswa jadi kendala. Kami ke depan akan duduk lagi bahas Bersama dengan para orangtua. Kami di desa juga ingin mereka punya masa depan sampai tamat SMP. Jangan ada istilah anak-anak kami di sini habis sambut baru tidak sekolah lagi. Kami akan duduk bersama guna bahas masalah ini," papar Kades Lewomada.

Ia mengatakan, persoalan pendidikan di desanya perlu ada jalan keluar sehingga masa depan anak-anak bisa diperhatikan dan pihak desa akan terus memberikan motivasi kepada orangtua guna tetap menyekolah putera-puteri mereka guna mendapatkan masa depan. (ris)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved