Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 24 Mei 2025, "Murid Dipilih Dari Dunia, Namun Tidak Lebur Dalam Dunia"

Dunia tempat kita bergulat menentukan arah hidup kita. Kita bergumul mendengar suara panggilan Tuhan di tengah kebisingan dunia ini.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Renungan Harian Katolik Sabtu 24 Mei 2025
PARA MURID DIPILIH DARI DUNIA, NAMUN TIDAK LEBUR DALAM DUNIA

Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 16:1-10; Mzm 100:1-2.3.5; Yoh 15:18-21)

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku." (Yoh 15:18). Sebagai manusia kita ada dan hidup dalam dunia.

Dunia tempat kita bergulat menentukan arah hidup kita. Kita bergumul mendengar suara panggilan Tuhan di tengah kebisingan dunia ini. Dunia punya tantangan sekaligus media untuk menentukan pilihan hidup. Pilihan selalu menuntut konsekuensi.

Pilih Tuhan sebagai murid-Nya risiko jelas bahwa dunia membenci kita. Yesus menegaskan, "Aku telah memilih kamu dari dunia; maka dunia membenci kamu." (Yoh 15:19b). Alasan Tuhan memilih kita menjadi murid-Nya: hidup bersama dengan Dia, berakar dan bersekutu dengan Sabda-Nya, menjadi alat-Nya untuk  misi keselamatan.

Sumber kekuatan utama kita ialah Ekaristi. Roh dunia berbeda dengan Roh yang kita usung  dalam misi keselamatan yaitu cinta kasih.

Dunia bergulat dalam habitatnya yang sulit untuk dikendalikan yaitu kebencian, penganiayaan, permusuhan, perang, konflik dan kekerasan bahkan pembunuhan sebagai solusi buntut atas aneka kerumitan hidup yang tak tertanggungkan. Manusia yang Allah tarik untuk percaya pada Yesus Putra-Nya memperoleh pencerahan yang cukup untuk beriman pada-Nya.

Yesus itu Anak Manusia sekaligus Anak Anak Allah. Dengan penuh kuasa Ia berkata, "Ia dan Bapa-Nya adalah satu." Karena dunia samar mengenal Bapa yang mengutus-Nya maka penganiayaan terhadap Yesus dan para murid-Nya pun terjadi.

"Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu. Demikian juga jika mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu." (Yoh 15:18.20b).

Pewartaan para rasul makin berkembang dan murid-murid bertambah pesat dari berbagai bangsa. Soal sunat bagi bangsa bukan Yahudi telah diputuskn dalam sidang di Yerusalem.

Hasil sidang ini tidak hanya menjadi dokumen penting tetapi menambah semangat baru bagi Paulus dan Silas di mana mereka dari kota ke kota untuk menyampaikan keputusan itu dan berkobar-kobar mewartakan Injil Tuhan.

"Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota, Paulus dan Silas menyampaikan keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem.

Demikian jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya." (Kis 16:4). Roh Kudus terus menuntun dan membimbing dalam tugas perutusan kedua rasul ini, hingga Makedonia.

Pemazmur melantunkan madahnya, "Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya." (Mzm 100:3).

Tujuan terakhir dari karya pemberitaan Injil agar orang beriman sungguh-sungguh percaya pada Yesus dan mengenal Bapa-Nya. Kita meneladan Bunda Maria dalam hal kemuridan, percaya dan hidup dari Sabda Allah. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Sabtu /Pekan V Paskah/C, 240525)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved