Kota Kupang Terkini
Mahasiswi Poltekkes Kupang Raup Jutaan Rupiah Lewat Usaha Rajutan CMagic Hand
Syifa memulai usahanya di tengah pandemi Covid-19, memanfaatkan waktu luang dan persediaan benang yang tersedia di rumah.
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Di usia yang masih remaja, Syifa Ramadhani Ismail (19), mahasiswi jurusan Kebidanan di Poltekkes Kupang, sukses membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bernama CMagic Hand.
Usaha ini bergerak di bidang kerajinan tangan rajutan dengan bahan dasar benang velvet dan benang katun.
Syifa memulai usahanya di tengah pandemi Covid-19, memanfaatkan waktu luang dan persediaan benang yang tersedia di rumah.
Berawal dari keisengan menonton video YouTube, ia mulai belajar teknik rajut dan memproduksi berbagai kerajinan seperti gantungan kunci, tas, dompet, boneka, dan aksesoris lainnya.
“Hanya bermodal benang yang ada di rumah dan waktu kosong, saya mulai belajar membuat kerajinan ini. Kalau dihitung, modal awal sekitar dua ratus ribuan,” ujar Syifa saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu (24/5/2025).
Baca juga: Dinas PUPR Kota Kupang Dukung Kerja Bakti Serentak, Kupang Bersinar di Sepanjang Jalan Timor Raya
Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 200.000 tergantung jenis dan tingkat kesulitan.
Dalam satu hari, Syifa mampu memproduksi enam hingga tujuh item. Pendapatan hariannya saat mengikuti car free day bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp 700.000.
Secara bulanan, Syifa mengantongi penghasilan tetap sekitar Rp 2 juta.
Pemasaran produk dilakukan secara online melalui Instagram dan offline saat car free day. Nama CMagic Hand sendiri memiliki makna khusus.
“Nama ini diberikan oleh Umi, karena tanganku bisa menghasilkan sesuatu yang punya nilai bisnis,” jelas Syifa.
Hernita, ibu dari Syifa, turut bangga atas pencapaian putrinya.
Baca juga: Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis Lepas 500 Peserta Fun Run STIKOM Uyelindo Kupang
“Sejak kecil, Syifa selalu diberikan fasilitas untuk berkreasi. Saya sangat bangga dan terbantu karena dia mampu menghasilkan sesuatu dari kreativitasnya sendiri,” ungkap Hernita.
Hernita juga mengatakan usaha Syifa bisa membantu memenuhi kebutuhan dirinya dan juga membayar uang pendidikan secara mandiri.
Kisah Syifa menjadi inspirasi bagi anak muda untuk tetap produktif dan kreatif, bahkan di masa sulit seperti pandemi.
Ia membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kreativitas, peluang usaha bisa lahir dari hal sederhana. (Iar)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.