NTT Terkini

Bedah Buku Filosofi Teras Meriahkan World Book Day 2025 di BI NTT

Sebanyak 91 undangan dari berbagai instansi hadir bersama 111 peserta dari total 200 pendaftar yang turut menyemarakkan acara ini.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
BEDAH BUKU - Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjayati foto bersama peserta bedah buku Filosofi Teras, Kamis (22/5/2025) 

Laporan reporter POS-KUPANG. COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Dalam rangka memperingati World Book Day 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) menggelar kegiatan Bedah Buku Filosofi Teras dengan mengusung tema Smart Living Through Literacy: Inspiring Balance and Efficiency. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Nembrala, Lantai 3 Kantor BI NTT, pada Kamis,( 22/5/2025).

Menghadirkan langsung penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, kegiatan ini menjadi momen reflektif untuk menggali nilai-nilai kebijaksanaan klasik yang relevan di era modern.

Sebanyak 91 undangan dari berbagai instansi hadir bersama 111 peserta dari total 200 pendaftar yang turut menyemarakkan acara ini.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah NTT, Balai Bahasa Provinsi NTT, Forum Taman Baca Anak NTT, serta sejumlah perwakilan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjayati, menyampaikan bahwa NTT masih menghadapi tantangan dalam hal pemulihan ekonomi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Survei Konsumen Maret 2025, BI NTT Sebut Optimisme Konsumen terhadap Perekonomian NTT Tetap Terjaga

Menurutnya, rendahnya produktivitas masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang perlu segera dibenahi.

"NTT membutuhkan anak-anak kuda, yaitu generasi muda yang bersemangat untuk berkarya dan berinovasi. Melalui literasi, kami ingin membangun budaya membaca dan berkarya, terlebih di tengah kenyamanan dunia digital yang seringkali hanya menawarkan kesenangan sesaat," ujar Agus dalam sambutannya, Kamis (22/5/2025). 

Ia menambahkan bahwa smart living mindset penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, banyak generasi muda lebih memilih menikmati konten media sosial secara instan tanpa menggali isu-isu penting di daerahnya.

 "Teknologi handphone kini lebih sering digunakan untuk mendekatkan yang jauh, namun ironisnya menjauhkan yang dekat. Saat berkumpul, justru yang diperhatikan adalah layar ponsel, bukan teman di sebelah," tambahnya.

Buku Filosofi Teras dianggap sangat relevan dengan situasi saat ini karena menawarkan konsep smart living—hidup rasional, efisien, dan penuh kesadaran di era digital. Buku ini juga mengajarkan pentingnya pengambilan keputusan yang cerdas, pengelolaan stres yang sehat, serta gaya hidup yang seimbang dan peduli lingkungan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta terinspirasi untuk memulai sesuatu yang baru dengan semangat dan harapan yang baru. Konsep Smart Living sendiri menjadi pengingat penting agar masyarakat mampu mengubah tantangan teknologi menjadi peluang yang produktif. (Iar) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved