Manggarai Timur Terkini

Anggota DPRD Manggarai Aleksius Armanjaya Minta Menteri HAM Perhatikan Kemiskinan di NTT

Karena kemiskinan jika tidak dilihat dari arus HAM maka persoalan ini tidak akan terselesaikan sampai kapanpun.

Penulis: Robert Ropo | Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
ALEKSIUS - Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Aleksius Armanjaya. Aleksius berharap kemiskinan di Manggarai dapat perhatian. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 20 Mei 2025 hari ini. 

Dalam kunjungan ini, Natalius Pigai direncanakan akan melakukan berbagai kegiatan salah satunya akan mengunjungi Kampus Unika St Paulus Ruteng, pada tanggal 20 dan 21 Mei 2025.

Berdasarkan rencana agenda Menteri HAM selama mengunjungi kampus Unika St Paulus Ruteng yakni pada tanggal 20 Mei 2025 sore akan mengikuti misa dan memberikan sambutan terkait Dies Natalis Ke-66 Unika St Paulus Ruteng dan Rabu 21 Mei 2025 pada pagi hari akan memberikan kuliah umum. 

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Aleksius Armanjaya memberikan harapan atas kunjungan kerja Menteri HAM RI itu ke Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT. Ia berharap dengan kunjungan Menteri HAM ini dapat mengatasi masalah kemiskinan di NTT karena kemiskinan juga merupakan bagian dari HAM. 

"Pak Natalius Pigai itu teman saya dan saya ucapkan selamat datang untuk kawan saya Pak Natalius Pigai. Persoalan paling banyak di Manggarai khususnya dan NTT pada umumnya adalah kemiskinan, karena kemiskinan itu adalah bagian dari HAM," ujar Aleksius Armanjaya, Selasa 20 Mei 2025.


Menurut politisi Partai Demokrat ini, bahwa sejak Natalius Pigai menjadi Menteri HAM, hal yang ingin dilakukan oleh Natalius adalah mengarusutamakan HAM di Indonesia. Karena itu ia sangat menyetujuinya. 

Menurutnya, berdasarkan data yang diperolehnya data kemiskinan di NTT adalah sekitar 19,1 persen pada Tahun 2024. Presentasi kemiskinan ini juga sama dengan presentasi kemiskinan khusus di Kabupaten Manggarai 19,1 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 60 ribu lebih. 

Karena itu, Menteri HAM harus mampu mengatasi masalah kemiskinan ini. Karena kemiskinan jika tidak dilihat dari arus HAM maka persoalan ini tidak akan terselesaikan sampai kapanpun. 

Menurut Aleksius, masalah kemiskinan itu diantaranya adalah orang/masyarakat tidak memperoleh akses pendidikan yang baik, dan tidak mendapatkan akses pelayanan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar. 

"Jadi saya harapkan kepada kawan saya Pak Natalius Pigai untuk bagaimana jadikan masalah kemiskinan di NTT ini sebagai hal yang bisa dikonsolidasikan agar masalah ini bisa diselesaikan. Jika tidak bisa diselesaikan, minimal presentasi kemiskinan di NTT benar-benar mengalami penurunan. Karena ini persoalan kita dimana banyak orang tidak menikmati pendidikan dan tidak menikmati kesehatan yang layak,"ungkap Aleksius. (rob) 

 

Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved