Flores Timur Terkini

Pengungsi Gunung Lewotobi Tak Bisa Kerja Cari Makan Jika Erupsi Meningkat

Gemuruh Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, NTT, sejak siang hingga malam tak kunjung berhenti

|
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
PENYINTAS - Tiga orang pengungsi Gunung Lewotobi sedang duduk di camp pengungsian Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Minggu (18/5). 

Erupsi besar sepanjang siang hingga malam membawa abu vulkanik ke Kobasoma. Camp pengungsi dihujani abu. Banyak anak kecil dan lansia bertahan di tenda yang sudah robek.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, melaporkan erupsi berlangsung sejak
pukul 12.09 Wita. Tinggi kolom erupsi tercatat 2.000-6.000 meter di atas puncak.

PENYINTAS - Tiga orang pengungsi Gunung Lewotobi sedang duduk di camp pengungsian Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Minggu (18/5).
PENYINTAS - Tiga orang pengungsi Gunung Lewotobi sedang duduk di camp pengungsian Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Flores Timur, NTT, Minggu (18/5). (POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN)

Dijelaskan, alat seismogram merekam erupsi memiliki amplitudo maksimum 47.3 milimeter dengan durasi kurang lebih 3 menit 40 detik.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara, timur laut, barat daya, barat, dan barat laut," demikian laporan PGA Lewotobi Laki-laki.

Masyarakat sejumlah desa di Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang yang masuk kawasan rawan bencana hingga kini masih mengungsi di sejumlah pos lapangan terpusat dan hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Titehena. (cbl)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved