Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 14 Mei 2025, "Dimanakah Kasih Ketika Orang Miskin Menjerit"

Manipulasi jaminan kesejahteraan hidup yang menggiurkan untuk para tenaga kerja melalui trik busuk perdagangan orang.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Pesta Santo Matias, Rasul
DIMANAKAH KASIH KETIKA ORANG MISKIN MENJERIT DI TENGAH KEKAYAAN ALAMNYA
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 1:15-17.20-26; Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8; Yoh 15:9-17)

"Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain." (Yoh 15:17). Perlu kita sadari bahwa perintah kasih Tuhan adalah sebuah imperatif urgen dalam hidup manusia. Kasih tak kenal batas, kasih tak berujung, ia berlangsung abadi.

Kejahatan dalam lingkup hidup manusia pun takkan berakhir. Kejahatan akan selalu ada. Penindasan ekonomi melalui kemiskinan struktural akan selalu terjadi.  Kejahatan terstruktur human trafficking (perdagangan orang).

Kejahatan selalu diperbarui selaras zaman. Sistem lama kejahatan yang usang, akan muncul sistem kejahatan baru yang lebih kejam dan sistematis yang membuat kabur kebaikan dan kasih sejati di antara manusia, seperti si miskin menjerit di tengah kekayaan alamnya.

Manipulasi jaminan kesejahteraan hidup yang menggiurkan untuk para tenaga kerja melalui trik busuk perdagangan orang. Ini tantangan dunia, masalah global kemanusiaan lainnya seperti perang, dll.

Maka Gereja Allah dalam zaman ini tertantang hebat sebagai pewarta kasih dan kebaikan di tengah dunia. Arus kejahatan dan keburukkan saat ini lebih dari sekedar rata-rata.

Aktor kasih dan kebaikan dalam menghadapi arus besar yang demikian tidak bisa hanya bersikap biasa-biasa saja. 

Hamba Tuhan yang berperan membawa kasih dan kebaikan dalam dunia masa kini mesti berkualitas di atas rata-rata tidak bisa yang datar saja.

Keberpihakan pada domba-domba kecil yang menderita mesti jelas. Matias dipilih menggantikan Yudas ketua rombongan para penangkap Yesus. Sebagai bendara dalam kelompok dua belas, ia juga sering tidak jujur. 

Doa sebelum memilih Matias sebagai rasul, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari orang ini untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang tinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." (Kis 1:24-25).

Lalu mereka membuang undi dan Matiaslah yang mendapatkannya. Matias dipilih sebagai rasul melalui bimbingan Roh Kudus.

Bagaimana dengan kita? Melalui pengajaran dan doa para rasul, kita pun Tuhan panggil dan masukkan dalam bilangan para pilihan. 

Rahmat istimewa ini tentu membawa sukacita dan kegembiraan spiritual. Kita semua yang percaya pada pewartaan para rasul bahwa Yesus adalah Anak Allah adalah juga pengikut-pengkut-Nya. Jabatan sebagai rasul memiliki konsekuensi yang tak mudah.

Karena itu menjadi rasul tidak gampang. Tuntutannya ialah  memiliki kesediaan dan keteguhan hati yang sungguh untuk meninggalkan kepentingan diri sendiri (ego) dan siap sedia untuk berkorban demi karya keselamatan terutama membela mereka yang tertindas ketidakadilan.

Keutamaan utama seseorang yang terpilih untuk karya pelayanan ini adalah kejujuran, kesabaran, iman, doa, kasih dan harapan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved