Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 13 Mei 2025 "Dengan Percaya Kita Satu dengan Yesus dan Bapa-Nya"

Orang banyak memang datang kepada Yesus, tetapi hanya untuk memastikan bahwa Dia adalah Mesias

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

Oleh : Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik Selasa 13 Mei 2025 Pekan Paskah IV dari Pater Fransiskus Funan Banusu SVD merujuk pada Bacaan I: Kis 11:19-26; Mzm 87:1-3.4-5.6-7 dan Injil  Yoh 10:22-30

'Dengan Percaya kita satu dengan Yesus dan Bapa-Nya serta menembus tantangan dalam iman'.

"Tetapi kamu tidak percaya,  karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku." (Yoh 10:26). Fakta iman bahwa Yesus adalah Mesias tidak diragukan lagi. Pilihan menjadi percaya atau tidak itu tantangannya yang terbentang di hadapan orang banyak.

Orang banyak memang datang kepada Yesus, tetapi hanya untuk memastikan bahwa Dia adalah Mesias. Pekerjaan-Nya telah membuktikan itu. Oleh sebab itu orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal.

Keterbukaan seluruh diri untuk percaya bahwa Dia adalah Mesias Anak Allah itulah inti iman. Ikut Yesus dan percaya pada-Nya tak terpisah dari intervensi Allah. Konsekuensinya ialah jika percaya pada Yesus sifatnya kekal dan tidak temporal atau dalam kebimbangan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 13 Mei 2025, Harus Banyak Berdoa Rosario

Orang yang tidak percaya pada Yesus tetap tinggal dalam ketidakpastian iman akan Allah. Sebab itu Yesus tidak bersaksi tentang Diri-Nya sebagai Mesias, namun segala pekerjaan yang Ia lakukan, Ia kerjakan dalam nama Allah Bapa-Nya.

Yesus menegaskan, "Pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku." (Yoh 10:25-26).

Mengikuti Yesus berarti mengikat diri secara permanen dengan Dia dan Bapa-Nya. Sebab Dia dan Bapa adalah satu. Kita yang percaya karena kehendak Allah, kita satu dalam Yesus dan Bapa-Nya.

Atau seperti motto Paus Leo XIV: IN ILLO UNO UMUM artinya: Dalam kesatuan kita adalah satu. Ketika sudah berada dalam kesatuan iman yang kokoh dengan Yesus Mesias, tak seorang pun dapat merebut kita dari tangan-Nya, sebab kita diberi oleh Bapa-Nya.

Para murid dalam tantangan  iman yang berat berupa penganiayaan dan penderitaan, mereka tidak mundur selangkah pun bahkan lebih berani untuk tetap mewartakan Tuhan demi keselamatan orang banyak.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 13 Mei 2025, “Aku dan Bapa adalah Satu”

Barnabas justru dengan sukacita menasihati mereka yang ditantang melalui penganiayaan untuk terus berpacu dalam iman dan tetap setia pada Tuhan yang bangkit. "Tangan Tuhan menyertai mereka, dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan." (Kis 11:21).

Tokoh Barnabas adalah murid Tuhan yang baik dan penuh dengan Roh Kudus dan iman sejumlah orang dibawa kepada Tuhan (Kis 11:24). Bernabas dan Paulus tinggal di Antiokhia satu tahun lamanya sambil mengajar banyak orang.

Di Antiokhialah murid-murid itu  untuk pertama kalinya di sebut Kristen (Kis 11:26).

Beberapa hal penting: Pertama, Fakta menunjukkan bahwa semakin ditantang para rasul semakin giat dalam karya pewartaan Injil dan makin banyak orang percaya pada Tuhan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved