Senin, 27 April 2026

Pesparani 2025

Menteri Agama: Pesparani Bukan Hanya Seni Panggung, Tapi Panggung Peradaban Indonesia

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar membuka Munas III LP3KN di Auditorium Kementerian Agama.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
MUNAS LP3KN - Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar memukul gong menandai dibukanya Musyawarah Nasional (Munas) III Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN) di Auditorium Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2025). 

Ia menekankan bahwa Pesparani bukan hanya sebuah ajang seni panggung, melainkan panggung peradaban Indonesia.

Menurut Menag, tujuan dari kegiatan seperti Pesparani adalah untuk membangun kehidupan bersama dalam perbedaan tanpa saling mengusik. 

“Di sinilah letak kekuatan bangsa kita. Di Indonesia bukan hanya keindahan alam yang luar biasa, tetapi masyarakatnya juga memiliki hati yang indah,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyatukan. Maka dari itu, Pesparani harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai ruang bersama bagi umat Katolik untuk menunjukkan kontribusi mereka terhadap kebudayaan dan persatuan nasional.

Baca juga: Tampil di 12 Kategori Lomba, Kontingen NTT Target Juara Umum Pesparani Nasional III 2023

Salah satu momen menarik dalam acara pembukaan adalah penampilan tarian Nusantara yang dibawakan oleh anak-anak dari Yayasan Prima Unggul, Jakarta. Tarian yang menggambarkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia ini sukses memukau seluruh hadirin.

Penampilan tersebut juga menggugah Menteri Agama untuk maju ke atas panggung dan berfoto bersama para penari, sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kreativitas generasi muda Katolik dalam merawat budaya bangsa.

Pembukaan Munas III LP3KN juga diisi dengan peluncuran logo resmi PESPARANI 2025 serta pemutaran video kilas balik perjalanan LP3KN sejak didirikan. Para peserta yang hadir tampak antusias dan penuh semangat mengikuti seluruh rangkaian acara.

Munas III LP3KN dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, dengan agenda utama merumuskan arah strategis organisasi, memperkuat sinergi antar-LP3KD, serta menetapkan tuan rumah PESPARANI Nasional berikutnya.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta tanah air, seluruh peserta Munas diharapkan dapat membawa pulang semangat baru untuk mengembangkan PESPARANI di daerah masing-masing.

Seperti yang dipesankan para uskup dan tokoh nasional, PESPARANI harus terus menjadi pesta iman, panggung budaya, dan jembatan persaudaraan di tengah bangsa yang majemuk. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved