Gempa di Flotim dan Lembata
Dampak Gempa Bumi, Nelayan di Adonara Tidak Melaut, Sekolah Diliburkan
Kini, Warga hanya bertahan di tenda-tenda darurat dan tenda bantuan dari BNPB yang dibangun di depan rumah mereka masing-masing.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM,Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM,LARANTUKA - Dampak gempa bumi berkekuatan 4,7magnitudo, yang melanda wilayah Desa Terong dan Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, NTT, pada Rabu 8 April 2026 malam, menyebabkan nelayan tidak melaut.
Selain nelayan tidak meluat, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di Desa Terong dan Lamahala Jaya terhenti.
"Untuk dua hari ini, aktivitas KBM masih di liburkan, Nelayan juga tidak melaut," ujar Erni Ibrahim, salah satu guru di Desa Lamahala Jaya, Jumat 10 April 2026.
Kini, Warga hanya bertahan di tenda-tenda darurat dan tenda bantuan dari BNPB yang dibangun di depan rumah mereka masing-masing.
Baca juga: Korban Gempa di Adonara Tertimpa Bangunan Saat Sedang Tidur
Anak-anak sekolah yang terdampak di dua Desa ini, hanya bermain di sekitar tenda tanpa buku bacaan, pasalnya buku bacaan mereka berada di dalam rumah namun tidak ada warga yang berani masuk ke dalam rumah.
Di sepanjang pesisir pantai, sejumlah perahu nelayan berlabuh, tidak ada aktivitas nelayan mencari ikan, pasalnya gempa bumi susulan masih terus terjadi. Hingga kini, Sejumlah personel TNI/ Polri dan BPBD bersiaga di lokasi bencana.
Beberapa warga yang rumahnya ambruk, kini mulai membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan. Mereka tanpak mengumpulkan puing-puing bangunan runtuh yang masih bisa digunakan.
Selain orang dewasa, anak-anak pun ikut membersihkan puing-puing dampak gempa bumi di Pulau Adonara. (awk)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Rumah-warga-ambruk.jpg)