Kredit Usaha Rakyat
Kanwil DJPb NTT dan BTN Dorong Pemanfaatan KUR Lebih Masif
Ia mendorong mereka memanfaatkan program pemerintah memberi keringanan bunga pinjaman di Bank melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (DJPb NTT) bersama Bank Tabungan Negara (BTN) terus mendorong para Pengusaha UMKM di Kota Kupang memanfaatkan anggaran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) lebih masif.
Kepala Kanwil DJPb NTT Adi Setiawan berharap KUR menjadi katalis inklusi keuangan yang dapat mempercepat dan mendorong kemudahan akses serta penggunaan layanan keuangan formal bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok unbanked atau (belum terjangkau bank) dan UMKM.
“Harapannya KUR ini bisa menjadi katalis inklusi keuangan dengan memberikan kesempatan kepada semua pelaku usaha kecil mikro menengah untuk mengakses pembiayaan yang diluar skema konfensional,” ucap Adi Setiawan dikutip dari KBRN.
Baca juga: Opsi Baru Ambil Alih PNM: Tukar dengan Geo Dipa Energi untuk Penyaluran KUR
Di hadapan para Pengusaha UMKM di Kota Kupang, Adi Setiawan menjelaskan bahwa ia mendorong mereka memanfaatkan program pemerintah memberi keringanan bunga pinjaman di Bank melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Yang tadinya Bapak, Ibu tidak bisa mengakses pinjaman karena bunganya terlalu tinggi bahkan harus ada anggunan dan lain-lain, kemudian ada skema persyaratan yang lebih mudah. Diharapkan pemerintah menanggung subsidi bunga sehingga para pelaku usaha menanggung bunga yang lebih rendah,” ujarnya lebih lanjut.
“Sehingga usahanya yang tadi margin keuntungannya sedikit bisa menjadi lebih besar. Diharapkan dengan program KUR ini, Bapak, Ibu Pelaku Usaha itu memiliki pembiayaan yang lebih murah dan terjangkau, dan usahanya yang tadinya keuntungannya sedikit bisa menjadi lebih besar,” katanya.
Ia pun mendorong para Pengusaha UMKM yang belum mendapat akses pembiayaan KUR ini, agar ikut menhidupkan perekonomian di sektor riil. Baik itu dalam bentuk makan, minum, pakaian dari tenunan, maupun jasa lainnya seperti industri pertanian dan perikanan.
Deputi Branch Manager Bank Tabungan Negara, Kantor Cabang Kupang, Fajar Adam Prasetya dalam kegiatan kolaborasi perluasan inklusi keuangan melalui asistensi pembiayaan KUR Tahun 2026, kepada para Pengusaha UMKM di Kota Kupang mendorong mereka memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat untuk meningkatkan usahanya dengan keuntungan yang lebih besar. Kami menyampaikan terimakasih kepada DJPb Nusa Tenggara Timur, untuk mensosialisasikan bagaimana proses Kredit Usaha Rakyat yang bersentuhan langsung dengan UMKM-UMKM yang ada di Nusa Tenggara Timur,” tutur Fajar.
“Harapannya Bapak, Ibu bisa terinformasi dan tentunya kami Bank Danantara juga menyalurkan produk pemerintah yang bernama KUR yang sering kita kenal. Jadi kami harapkan melalui sosialisasi ini bapak, ibu lebih tahu bagaimana sebenarnya Bank BTN membantu untuk mendapatkan Kredit Usaha Raykat dengan lebih mudah dan bisa membantu usahanya lebih meningkat lagi,” ujar Fajar menjelaskan.
Sementara itu, salah seorang Pengusaha UMKM di Kota Kupang, Nirmala yang sehari-harinya mengembangkan usaha Nearme Shoop Kuliner kepada RRI usai mengikuti Sosialisasi pemanfaatan KUR menyampaikan terimakasih kepada Kanwil DJPb NTT dan Bank BTN yang memfasilitasi mereka bisa mendapat penjelasan bagaimana akses mendapatkan pinjaman di Bank melalui Program Pemerintah yakni KUR. Ia berharap, dirinya yang baru mendapat kesempatan tersebut dimudahkan mendapatkan akses pinjaman KUR di Bank.
“Kegiatan ini menurut saya sangat membantu kami pelaku UMKM untuk mendapatkan modal usaha. Dan harapan saya melalui kegiatan ini kami dapat dipermudah untuk mendapatkan akses permodalan, agar kedepannya usaha kami bisa berkembang lagi dengan adanya kegiatan hari ini,” ucap Nirmala.
Catatan RRI, Pemerintah menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tujuan utama untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif, mendorong daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta memperkuat ekonomi rakyat. Pemberdayaan UMKM (Naik Kelas) sangat membantu UMKM yang memiliki usaha produktif dan layak (feasible), namun belum memenuhi syarat perbankan secara penuh (not yet bankable) untuk mendapatkan modal usaha. (at).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Keterangan-Kakanwil-DJpb-NTT-soal-THR-2026.jpg)