Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025, Ajaran Yesus Tentang Hal-hal Ilahi Tak Mudah Dipahami

Kejadian ajaib ini juga membuat banyak orang percaya kepada Tuhan. Banyak tanda heran dan mukjizat terjadi dalam nama Yesus yang bangkit.

|
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

AJARAN YESUS TENTANG HAL-HAL ILAHI TAK MUDAH UNTUK DIPAHAMI SECARA SPIRITUAL SELAIN PERCAYA DENGAN HATI
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 9:31-43; Mzm 116:12-13.14-15.16-7; Yoh 6:60-69)

"Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna." (Yoh 6:63). Iman membutuhkan kerendahan hati manusia untuk merenung secara mendalam dan tidak sekedar memahami di permukaan saja.

Sebab iman adalah bukti dari apa yang tidak kita lihat. Ajaran Yesus tentang Roti Hidup cukup menggoncangkan iman para murid. 

Mereka memahami ajaran Roti Hidup secara jasmani saja, makan banyak dari mereka yang mengundurkan diri dan tidak mengikuti Tuhan lagi.

Merendahkan diri dan merenung dalam untuk menggapai makna terdalam hal-hal ilahi jauh lebih penting ketimbang memagari diri dengan tembok pemahaman sempit buatan sendiri. Hati menyimpan semua hal otentik dalam diri kita baik hal-hal yang ilahi maupun hal-hal yang insani.

Petrus rasul andalan Tuhan Yesus memahami ajaran selain dangan akal sehatnya, tetapi dengan ilmu hatinya. Ketika Yesus menantang kedua belas murid untuk mengundurkan diri, Petrus dengan lantang mengatakan, "Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal.

Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." (Yoh 6:68-69). Perkataan Tuhan adalah roh dan hidup. Perbuatan Tuhan adalah perbuatan hidup yang kekal. Karya-karya Tuhan yang ajaib tampak dalam diri para rasul.

Setelah Saulus bertobat ada damai terjadi di Yudea, Galilea dan Samaria. Jemaat dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Takut akan dosa yang selalu merasuki hati manusia. Petrus berkeliling, mengadakan kunjungan sambil mewartakan Injil Tuhan. Ia bertemu seorang bernama Eneas yang sakit lumpuh delapan tahun.

Kata Petrus kepadanya, "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu. Orang ini pun sembuh. Melalui peristiwa ini penduduk Lida dan Saron berbalik kepada Tuhan." (Kis 9:34-35).

Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa Yunani: Dorkas sakit dan meninggal. Saat itu Petrus masih ada di Lida dekat Yope. Mereka memberitahu Petrus dan ia pun datang lalu membangkitkan dia.

Kejadian ajaib ini juga membuat banyak orang percaya kepada Tuhan. Banyak tanda heran dan mukjizat terjadi dalam nama Yesus yang bangkit.

Karya Tuhan yang mengagumkan di tengah umat melalui Petrus mengajak kita untuk sujud menyembah Tuhan dan meluhurkan kemuliaan Nama-Nya.

Permazmur memuji Allah dalam madahnya, "Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku. Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan." (Mzm 116:12-13).

Beberapa hal penting:

*Oleh kebangkitan Tuhan kita menjadi manusia baru dalam Allah. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved