Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 9 Mei 2025, "Yesus Mengasihi dengan Sempurna"

Roti Hidup Yesus Kristus adalah produk dari Allah sendiri untuk menjawabi kebutuhan keselamatan kita umat-Nya.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Pater Fransiskus Funan Banusu SVD 

YESUS MENGASIHI DENGAN CINTA YANG SEMPURNA
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
(Kis 9:1-20; Mzm 117:1-2; Yoh 6:52-59)

"Daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan Darah-Ku adalah benar-benar minuman." (Yoh 6:55). Sebagaimana raga membutuhkan makanan setiap hari, demikian juga jiwa kita.

Makanan untuk kebutuhan spiritual kita adalah Roti Hidup yang turun dari Surga yaitu Tuhan Yesus. Karena kasih yang begitu besar bagi kita, Yesus rela mengorbankan raga kudus-Nya untuk keselamatan siapa saja yang percaya kepada-Nya.

Roti Hidup Yesus Kristus adalah produk dari Allah sendiri untuk menjawabi kebutuhan keselamatan kita umat-Nya.

Roti Hidup, kita peroleh ketika perayaan Ekaristi berlangsung. Pengecualian hanya bagi mereka yang sakit, lansia dan diperkenankan untuk menerima Komuni Kudus. Ekaristi adalah kurban cinta paling sempurna Tuhan bagi kita.

Perayaan Ekaristi pada dasarnya adalah perayaan korban cinta. Maka perjamuan kudus Tuhan sangat berguna bagi pertumbuhan dan perkembangan dalam kasih bagi Allah dan Kristus dalam semangat saling mengasihi di antara kita satu sama lain. 

Karena kasih yang besar bagi manusia maka Saulus penjahat ulung dalam penganiayaan umat kristiani, Yesus lumpuhkan dia dan jadikan dia alat Tuhan sendiri untuk mewartakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

Inilah taktik Tuhan membuat kandas kejahatan keji manusia terhadap sesamanya. Saulus yang nekat menganiaya, menangkap dan memenjarakan bahkan membunuh umat Tuhan dengan meminta restu dan surat kuasa imam besar.

Niat jahat Saulus kandas di pintu masuk kota Damsyik. Kini surat kuasa kejahatan dari si imam besar hanya jadi arsip konspirasi kekejian yang memalukan bagi yang memberi sebab Saulus telah beralih dan siap lahir baru sebagai Paulus. Ia menjadi pewarta Nama Tuhan Yesus yang handal, hebat yang dulu ia aniaya. Berkat cahaya kasih Tuhan, kegelapan kejahatannya diusik menjadi cahaya kasih Allah bagi bangsa-bangsa.

"Ketika sudah dekat kota Damsyik tiba-tiba cahaya memancar dari langit menerpa Saulus, dan ia rebah ke tanah, terdengar suatu suara, Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya Aku? Akulah Yesus yang kau aniaya itu!" (Kis 9:3-9). Yesus lumpuhkan Saulus tiga hari lamanya.

"Tiga hari lamanya Saulus tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum." (Kis 9:9). Saulus seperti mati untuk manusia lamanya selama tiga hari lalu bangkit jadi manusia baru  dengan identitas baru yaitu Paulus yang dikemudian hari dikenal sebagai rasul bangsa-bangsa.

Kepada Ananias, Yesus berkata tentang Saulus, "Orang ini alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, kepada raja-raja dan orang-orang Israel." (Kis 9:15).

Pemazmur bermadah, "Pujilah Tuhan, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya." (Mzm 117:1-2). Beberapa hal penting:

*Setiap orang rindu untuk memiliki Yesus dalam hidupnya selamanya. Tuhan pun punya cara tersendiri untuk menjawabi kerinduan setiap kita. 

*Berkat cinta kasih Roh Kudus, Allah membangkitkan Kristus bagi kita. Sumber daya kebangkitan Tuhan mendorong kita untuk barani barui diri agar maju dalam hidup rohani  dan amal kasih dengan sukacia.

*Yesus Roti Hidup produk Allah sendiri bagi kehidupan abadi kita. Inilah jawaban Allah bagi kita yang rindu memiliki Yesus selamanya.

Selamat beraktifitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Jumat/Pekan III Paskah/C, 090525)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved