Wapres Gibran Kunjungi NTT

Wapres Gibran Dorong Bendungan Mbay Jadi Pusat Ekonomi Baru dan Destinasi Wisata di NTT

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proyek yang kini progres fisiknya telah mencapai 80,40 persen. 

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO-PROKOPIM NAGEKEO
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Selasa, 6 Mei 2025, untuk meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay/Lambo. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MBAY - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Desa Rendubutowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo, Selasa, 6 Mei 2025, untuk meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Mbay/Lambo, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian proyek yang kini progres fisiknya telah mencapai 80,40 persen. 

Ia menekankan, keberadaan bendungan ini harus mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan air bersih, pengurangan risiko banjir, serta pengembangan pariwisata dan energi terbarukan.

“Pembangunan Bendungan Mbay ini jangan hanya dipandang dari sisi teknis. Ini adalah potensi ekonomi yang besar. Bisa mendukung pertanian, industri air bersih, bahkan pariwisata dan energi hijau. Kita ingin kawasan ini tumbuh jadi pusat ekonomi baru di NTT,” ujar Wapres Gibran.

Bendungan Mbay/Lambo dirancang untuk menyuplai air irigasi seluas 6.240 hektare, menyediakan air baku sebesar 205 liter/detik, serta mereduksi banjir hingga 3.200 hektare di wilayah hilir. 

Selain itu, proyek ini juga membuka peluang untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 117,5 Megawatt, menjadikannya salah satu proyek bendungan multifungsi terbesar di kawasan timur Indonesia.

Proyek ini merupakan salah satu dari 77 Proyek Strategis Nasional yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. 

Pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur di NTT sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.

Baca juga: Tinjau Bendungan Mbay, Gibran Bagi-bagi Buku Tulis untuk Pelajar di Rendu Butowe

Wapres Gibran juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar manfaat proyek ini dapat segera dirasakan secara langsung.

“Saya harap masyarakat ikut mengawal proyek ini. Mari kita jaga, kita dukung, supaya bisa menjadi warisan pembangunan yang memberi manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). (bet)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved