Warga TTU Tewas Terseret Banjir

Polisi Sebut Korban Ditemukan Kurang dari 24 Jam Usai Hanyut Terseret Banjir

Sebenarnya, kata Iptu Yohanes, korban telah ditemukan pada Rabu (7/5/2025) sekira pukul 07.00 WITA oleh warga bernama Blasius Haki.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
EVAKUASI - Suasana proses evakuasi korban yang terseret banjir oleh warga dan pihak kepolisian dan BPBD Kabupaten TTU Rabu (7/5/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kapolsek Insana, Polres Timor Tengah Utara, Iptu Yohanes Bara Puka mengatakan, korban meninggal dunia terseret arus banjir bernama Gaudensiana Saijao ditemukan kurang dari 24 jam proses pencarian oleh Tim Gabungan BPBD TTU, Polsek Insana dan warga.

Sebenarnya, kata Iptu Yohanes, korban telah ditemukan pada Rabu (7/5/2025) sekira pukul 07.00 WITA oleh warga bernama Blasius Haki.

Korban ditemukan di pinggir Kali Oekato, Desa Susulaku A, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU, NTT.

Meskipun demikian, informasi penemuan jenazah korban ini diterima polisi dan tim gabungan sekira pukul 13.30 WITA. 

Dikatakan Iptu Yohanes, dirinya memimpin langsung proses pencarian tersebut. Proses pencarian korban melibatkan lima Personel Polsek Insana, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten TTU bersama 10 anggota, dua anggota TAGANA Kabupaten TTU bersama warga dan keluarga korban.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Perempuan Asal Desa Lanaus Ditemukan Meninggal Dunia Terseret Banjir 

Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ambil bagian dalam proses pencarian, penemuan dan evakuasi jenazah korban hingga disemayamkan di rumah duka. 

Sebelumnya diberitakan, Naas Dialami seorang perempuan bernama Gaudensiana Saijao (27). Warga Manumuti, RT 009/003, Desa Lanaus Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT ini ditemukan meninggal dunia usai terseret banjir pada, Selasa tanggal 06 Mei 2025, pukul 16.00 WITA.

Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM, korban ditemukan meninggal dunia di Kali Oekato, Desa Susulaku A, Kecamatan Insana, Kabupaten TTU pada Rabu (7/5/2025) sekira pukul 07.00 WITA. Jenazah korban ditemukan oleh seorang warga setempat.

Jenazah korban ditemukan di daerah aliran sungai dengan posisi terlentang tanpa busana. Sementara rambut korban tersangkut di ranting-ranting pohon di atas pasir tepat di pinggir Kali Oekato.

Korban dikabarkan terseret arus banjir saat hendak pulang dari kebun mereka yang terletak di Desa Keun Kecamatan Insana menuju ke rumah mereka di Manumuti, Desa Lanaus. 

Kepala Desa Lanaus, Anselmus Hanoe mengatakan, korban Gaudensiana Saijao terseret banjir di Kali Opo saat pulang dari kebun bersama ibunya Agnes Bona (68) pada Selasa, 6 Mei 2025, pukul 16.00 WITA. 

 


Dikatakan Anselmus, kebun milik orang tua korban terletak cukup jauh yakni di Desa Keun, Kecamatan Insana. Untuk kembali ke rumah di Desa Lanaus, mereka harus melewati salah satu kali yang kerap kali terjadi banjir jika hujan lebat mengguyur wilayah itu.

Ketika kembali ke rumah mereka, lanjutnya, korban berjalan mendahului ibunya. Saat itu sedang terjadi banjir bandang di Kali Opo lantaran hujan lebat baru saja mengguyur wilayah itu.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved