Senin, 11 Mei 2026

Human Interest Story

FEATURE: Ziarah Pengharapan di Wilayah Utara Ende, Arak Arca Bunda Maria Keliling 14 Paroki

Isu lingkungan yang sedang ramai diperdebatkan yakni geothermal. Bumi sebagai ibu kehidupan.

Tayang:
POS KUPANG/HO.VINSEN SANGU
PERARAKAN - Perarakan arca Bunda Maria pada kegiatan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura resmi, di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu (3/5/2025). 

POS-KUPANG.COM, ENDE - Isu lingkungan yang sedang ramai diperdebatkan yakni geothermal. Bumi sebagai ibu kehidupan. Lambungnya jangan dikorek dan jangan disakiti. Kita perlu berteman dengan alam.

Kurang lebih 3.000 umat Katolik di wilayah Utara Kabupaten Ende akan mengarak arca Bunda Maria mengelilingi 14 paroki di wilayah itu selama satu bulan penuh. 

Perarakan pada ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura ditandai dengan misa pembukaan di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu (3/5).

Misa dipimpin Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Ende, RD Frederikus B Wea Dopo didampingi semua imam yang berkarya di pantai Utara Ende.

Baca juga: FEATURE: Warga Berekreasi Memanfaatkan Luapan Air Sumur di Oepura Kota Kupang

"Pada hari ini, bersama seluruh panitia dan 14 paroki di pantura, kita dikunjungi Bunda Maria. Kita tahu melalui Yesus kita mengenal Bapa. Melalui perbuatan- perbuatan baiknya. Melalui kegiatan -kegiatan cinta kasihnya yang Ia berikan. Penyembuhan, pembebasan, bahkan kebangkitan Lazarus dan kebangkitan diriNya sendiri. Tetapi melalui Bunda Maria, kita bisa mengenal siapa PutraNya. Melalui Bunda Maria, kita mengenal Yesus. Maria adalah wanita beriman yang patut kita contohi keteladanan imannya," ujar RD Frederikus B Wea Dopo dalam homilinya.

Ditegaskan RD Frederikus B Wea Dopo, umat Katolik bisa melihat kisah peziarahan hidup Bunda Maria. Ia masih perawan dan mengandung, melahirkan, berjuang untuk membebaskan meluputkan putranya Yesus dari Herodes ke Mesir. 

PERARAKAN - Perarakan arca Bunda Maria pada kegiatan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura resmi dilaksanakan ditandai dengan misa pembukaan bertempat di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu, 3 Mei 2025 dipimpin oleh Vikaris Jenderal Ende Keuskupan Agung Ende.
PERARAKAN - Perarakan arca Bunda Maria pada kegiatan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura resmi dilaksanakan ditandai dengan misa pembukaan bertempat di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu, 3 Mei 2025 dipimpin oleh Vikaris Jenderal Ende Keuskupan Agung Ende. (POS-KUPANG.COM/HO.VINSEN SANGU)


Ia setia berada dibawah kaki Yesus pada saat penderitaNya. Bunda Maria mau meyakinkan kepada umat Katolik bahwa Yesus adalah putra Allah, Yesus adalah Allah yang bangkit yang mengalahkan segala kekuatan dan kelemahan manusiawi.

"Maria akan mengelilingi ke-14 paroki ini. Maria ingin memperkenalkan Yesus. Kita tidak menyembah Maria. Kita menghormati Maria seperti seorang anak menghormati Bundanya. Maka sebagai putra - putrinya, kita menghormati Maria karena kita percaya ada hal istimewa yang Maria miliki,” ujar RD Frederikus B Wea Dopo. 

Baca juga: FEATURE: Dari Kemarahan Menjadi Kecintaan di Kalimantan, Mama Olla Menjaga Warisan Tenun NTT 

Hal istimewa yang dimiliki adalah, pertama, kepercayaannya, imannya kepada Tuhan. Kedua, harapannya. Ia selalu berharap meskipun melalui  --Via dolorosa--  melalui jalan salib yang tidak mudah bagi seorang ibu menyaksikan penderitaan pembunuhan yang dialami putranya.

"Para imam menyebutkan Pantura ini dengan sebutan Muara yang artinya Mutiara Utara. Mutiara yang masih di dasar laut. Yang mesti di selam, mesti digali, dijaga dan dilindungi," kata RD Frederikus B Wea Dopo.

Wakil Bupati Ende, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes yang juga merupakan Ketua Panitia Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi sehingga acara yang besar dan megah ini dapat berjalan dengan baik.

Baca juga: FEATURE: Malam Literasi di Simpang Lima Kopi, Buku, dan Semangat Berbagi di Lembata  

"Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu". Ini adalah ungkapan kerendahan hati Bunda Maria. Pernyataan kepada Malaikat Gabriel ini menjadi ajakan bagi kita umat manusia untuk selalu bersikap rendah hati bagi sesama manusia," kata drg Dominikus Minggu Mere.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda yang juga hadir dalam misa pembukaan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Keuskupan Agung Ende khususnya para imam di wilayah Utara yang menyelenggarakan acara Maria Road to Pantura.

Sesuai tema ziarah pengharapan tersebut, Bupati Yosef Benediktus Badeoda menekankan tiga hal penting yakin ziarah pengharapan, hidup selaras alam dan mutiara utara. 

PERARAKAN - Perarakan arca Bunda Maria pada kegiatan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura resmi, di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu (3/5/2025).
PERARAKAN - Perarakan arca Bunda Maria pada kegiatan Ziarah Pengharapan Maria Road to Pantura resmi, di lapangan bola kaki Kuasi Paroki Malaikat Agung Gabriel Kanaan Kamubheka, Sabtu (3/5/2025). (POS KUPANG/HO.VINSEN SANGU)

"Ziarah pengharapan, pemerintah, rakyat dan umat, berpengharapan untuk hidup yang lebih baik. Sebagimana Visi pemerintah Kabupaten Ende yakni mewujudkan Kabupaten Ende yang maju, unggul dan berdaya saing berbasiskan iman dan budaya menuju Ende, Lio Nage Sare Pawe," kata Yosef Benediktus Badeoda.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved