Human Interest Story
FEATURE: Warga Berekreasi Memanfaatkan Luapan Air Sumur di Oepura Kota Kupang
Panjangnya musim hujan ini pun membuat jumlah pengunjung yang datang semakin banyak.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Panjangnya musim hujan ini pun membuat jumlah pengunjung yang datang semakin banyak. Beberapa yang datang untuk mencuci pakaian, anak-anak berenang, ada yang sekadar duduk santai menikmati udara segar.
Di tengah kawasan perumahan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang terdapat sebuah fenomena unik yang setiap musim hujan selalu mencuri perhatian.
Sebuah kolam alami yang terbentuk dari luapan sumur warga setempat kembali muncul. Warga sekitar menjulukinya dengan nama yang tak biasa yaitu “Kolam Kecewa”.
Kolam ini bukanlah buatan manusia, melainkan hasil dari limpahan air sumur milik pasangan suami istri Opa Yonas dan Oma Oci Kikhau.
Baca juga: Wisata NTT, Pantai Mingar yang Mempesona, Permata Indah Tersimpan di Lembata
Sumur tersebut pertama kali digali pada Oktober 2016. Hanya sebulan setelah penggalian, pada 7 November 2016, sumur tersebut sudah mengeluarkan air.
Namun, kejutan datang pada bulan Desember saat hujan deras mengguyur Kupang. Air dari sumur tiba-tiba meluap dan membawa serta tanah bekas galian.
“Pagi-pagi sekali waktu itu, air sumur naik sendiri. Semua tanah bekas galiannya hanyut, jadi seperti kolam. Setiap musim hujan pasti begitu, apalagi kalau hujannya deras dan lama,” kenang Oma Oci saat ditemui di kediamannya, Selasa (22/4).
Fenomena ini awalnya mengagetkan, namun lama-lama menjadi hal yang dinanti.
Bahkan, karena keunikannya, kolam tersebut menjadi destinasi dadakan bagi warga sekitar hingga dari luar kelurahan.
Baca juga: Wisata NTT, jelajah Utara Manggarai Barat NTT dan Nikmati Indahnya Perbukitan, Sunrise dan Sunset
Menariknya, nama “Kolam Kecewa” sendiri lahir dari candaan ringan antara keluarga pemilik dan tetangga sekitar.
“Awalnya cuma candaan saja. Kami bilang ini sumur kecewa karena airnya malah keluar terus. Lama-lama orang-orang panggilnya begitu juga, akhirnya jadi nama tetap,” ujar Oma Oci sambil tertawa.
Meski air terus meluap, Oma Oci memastikan bahwa keberadaan kolam tidak pernah membahayakan atau merusak rumah mereka.
Sumur dengan kedalaman sekitar 11 meter itu memang terletak persis di samping rumah mereka.
Namun aliran air dari luapan langsung mengalir ke kali kecil di sebelah rumah, sehingga tidak menimbulkan banjir atau genangan di halaman.
Air dari sumur inilah yang juga digunakan keluarga untuk kebutuhan sehari-hari. “Kami pakai air ini untuk mandi, cuci, bahkan minum juga dari sini,” kata Oma Oci.
Baca juga: Wisata NTT, Liang Bua Jendela untuk Melihat Kehidupan Masa Lalu di Manggarai
| FEATURE: Gedung Sekolah SMP dan SMA Nesi Neonmat Tidak Layak, Ratusan Siswa Belajar di Aula Korem |
|
|---|
| FEATURE: Perjuangan Siswa Lelas XI SMK Kesehatan Cartintes Atambua |
|
|---|
| Feature: Diperankan OKM Paroki St. Antonius Beokina Manggarai, Air Mata Umat Tumpah Saksikan Tablo |
|
|---|
| Feature: Polsek Maulafa Intensifkan Patroli Lampu Biru, Tertibkan Musik Keras Hingga Larut Malam |
|
|---|
| Feature: Jemaat GMIT Bait’el Naimata Ikuti Ibadah Jalan Salib, Riven Gugup Memerankan Tuhan Yesus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kolam-kecewa-1.jpg)