Selasa, 28 April 2026

Manggarai Timur Terkini

Anak di Manggarai Timur Belajar Tentang Gunung, Hutan dan Hewan

Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, mengatakan, anak-anak sekolah di Matim akan belajar tentang kekayaan alam, seperti gunung, hewan dll

|
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS KUPANG/ROBERT  ROPO
SEMINAR - Kegiatan seminar Pendidikan dalam rangka memperingati Hardiknas Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur.  

Apalagi kini ditandai oleh kecepatan arus Informasi yang ditopang pengembangan teknologi yang pesat dan semakin mengikuti budaya kebarat-baratan. 

"Saya senang kemarin ketika saya mendengar ada salah satu siswa bawakan syair adat (kepok turuk) saat persembahan dalam misa.

Siswa ini membawakan secara baik dan terurut dan sangat bermakna. Ini perlu saya sampaikan apresiasi untuk semua guru-guru karena berkat didikan mereka melalui kurikulum muatan lokal," ujar Tarsisius Sjukur.

Baca juga: Buruh Demo ke Polda NTT, Terima Janji Manis Kasus PHK Sejak 2021 Belum Tuntas

Seminar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 ini mengangkat tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua, dengan sub tema Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Implementasi Pembelajaran Muatan Lokal di Matim. 

Peserta seminar sebanyak 600 orang dan berasal dari berbagai latar belakang yaitu kepala sekolah, Guru, praktisi Pendidikan, dan masyarakat umum lainnya. 

Seminar ini menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Wakil Bupati Matim, Tarsisius Sjukur,, dengan topik Kebijakan Pendidikan Muatan Lokal di Kabupaten Manggarai Timur. P

enulis Ensiklopedia Manggarai,  Drs Save Dagun, dengan topik Penguatan Karakter Melalui Pembelajaran Muatan Lokal. Dan Budayawan, Herman Darius, dengan Topik: best practice Pendidikan anak dalam budaya lampek lima. (rob)

 

Pemecahan Masalah Konflik 

SKRETARIS Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Bruno Ismail, menerangkan, muatan Lokal di Matim, merupakan salah satu mata pelajaran yang berdiri sendiri dalam kelompok intrakurikuler. 

Dokumen Capaian Pembelajaran ini berisi kompetensi dan materi esensial yang harus dipelajari para siswa pada setiap fase dan menjadi acuan bagi para guru Muatan Lokal pada setiap satuan pendidikan dalam menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) serta menentukan sumber belajar yang relevan. 

Baca juga: LIPSUS: Dokter Anastesi Mengaku Bingung Dikaitkkan dengan Kematian Ibu dan Anak di Sikka

Dalam konteks penguatan karakter, pelajaran Muatan Lokal dapat menyesuaikan pendidikan dengan kondisi aktual di mana proses pendidikan tersebut dijalankan.

Muatan lokal dibaikan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungan, melatih siswa berpikir analitis, dan dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. 

Dengan mendekatkan siswa pada lingkungannya, proses pembelajaran dapat diarahkan kepada pemecahan masalah konkrit yang dihadapi masyarakat setempat.

"Selain itu, peserta didik diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kecintaan pada budaya daerahnya dan menanamkan nilai sosio kultural yang melingkupinya," kata Bruno Ismail.

Dan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai yang melekat pada budaya setempat diharapkan dapat membentuk karaktek peserta didik. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved