KKB Papua

Jaringan Lokal jadi Papemasok Senjata Api KKB Papua, Melibatkan Oknum TNI

Kepolisian Daerah Papua bersama satuan tugas pun berhasil membongkar dan mengungkap jaringan penyuplai senjata api dan amunisi ke kelompok itu

Editor: Ryan Nong
DOC. Satgas Ops Damai Cartenz-2025
BARANG BUKTI - Aparat menunjukkan barang bukti kasus dugaan penyuelundupan senjata. Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua gagalkan penyelundupan senjata api oleh anggota jaringan KKB. 

"Bila terlambat sedikit maka berbagai barang bukti yang sebelumnya berada di Bojonegoro dan Sleman bisa lenyap," katanya. 

Dengan bantuan Polda Jatim, Polda DI Yogyakarta, dan Polda Papua Barat, berbagai barang bukti  diamankan, termasuk berbagai peralatan pembuatan senjata api rakitan yang ditemukan di Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari tujuh tersangka yakni YE, TW, MH, MK, P, ES, dan AP,  diamankan 17 senjata api berbagai jenis dan 3.573 amunisi dengan berbagai kaliber.

"Bantuan yang diberikan anggota Polri dari ketiga Polda itu sangat membantu dalam mengungkap jaringan sekaligus mengamankan barang bukti," kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengatakan, saat ini penyidik Direktorat Krimum Polda Papua masih memeriksa Yuni Enumbi.

Untuk enam tersangka lainnya termasuk Teguh sudah dikembalikan ke Polda Papua Barat dan untuk tersangka yang ditangkal di Bojonegoro ditangani Dirkrimum Polda Jawa Timur dan tersangka dari Sleman oleh Polda DI Yogyakarta.

"Kasusnya saat ini terus bergulir dan Ditkrimum Polda Papua hanya menangani dan memeriksa Yuni Enumbi ," kata Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin.

Sangat berbahaya

Anggota Majelis Rakyat Papua Izak Hikoyabi mengatakan, bila sampai senjata api dan amunisi itu lolos dan diterima KKB, akan sangat berbahaya.

Pasti akan terjadi penyalahgunaan dan yang menjadi korban tidak saja aparat keamanan tetapi juga warga sipil. Karena itulah pihaknya mengapresiasi pengungkapan kasus dengan berhasil mengamankan puluhan senjata api dan ribuan amunisi.

"Kami sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan personel Polri yang telah mengungkap kasus dan mengamankan barang bukti sebelum sampai ke tangan kelompok bersenjata," ujar Izak Hikoyabi.  

Menurut Izak, masyarakat diharapkan juga ikut membantu aparat keamanan dengan menginformasikan bila mendengar ada hal-hal yang mencurigakan, apalagi bila terkait keamanan sehingga TNI-Polri dapat menyelidiki dan mencegah terjadinya sesuatu yang membahayakan.

Aparat keamanan juga diharapkan lebih waspada agar dapat mengungkap bila ada yang oknum atau kelompok yang ingin memasok senjata api dan amunisi ke Tanah Papua.

Apalagi gangguan keamanan yang dilakukan kelompok bersenjata itu tidak saja menimbulkan korban jiwa tetapi juga menghambat pembangunan, karena kelompok itu juga mengincar petugas kesehatan dan guru.

"Selaku anggota MRP Papua, saya sangat mendukung langkah yang diambil Polda Papua yang dibantu polda lainnya di Indonesia untuk mengungkap jaringan pemasok senpi dan amunisi," kata Izak Hikoyabi. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved