Paus Fransiskus Wafat

In Memoriam Paus Fransiskus, Warisannya Tak Pernah Mati

Oleh karena itu kita perlu merawat dan menjaga keseimbangan, kelestarian demi kepentingan generasi mendatang.

Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Gabriel Ola 

Mereka mengabaikan keutuhan ciptaan Tuhan. Mereka lupa bahwa bumi diciptakan oleh Tuhan untuk kepentingan umat manusia  secara keseluruhan bukan untuk kepentingan sekelompok orang (kaum kapitalis) apalagi penguasaan secara sepihak dengan merusak alam, dan merusak alam merupakan dosa terhadap Tuhan dan terhadap alam dan sesama. 

Saai ini umat manusia sedang mengalami degradasi kesadaran ekologis. Oleh karena itu Paus Fransiskus menyerukan perlunya pertobatan ekologis.

Sebuah pertobatan agar adanya perubahan mendalam dalam cara manusia memandang, berinteraksi dan berperilaku dengan alam. 

Pertobatan ekologis juga mencakup perubahan gaya hidup ekonomi, dan politik untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan. 

Pertobatan ekologis menurut Laudato Si merupakan panggilan untuk menjadi warga dunia yang bertanggungjawab, peduli dan mencintai alam sebagai rumah bersama.

Semangat Laudato Si yang digaungkan oleh Paus Fransiskus seperti yang diuraikan di atas mestinya dibumikan dalam konteks lokal agar nilai yang telah diwariskan tidak mati ditelan bumi tapi mesti dihidupi. 

Dalam konteks lokal kita menyaksikan berbagai kondisi riil yang menjadi perdebatan hangat terkait  rencana pengelolaan Geothermal di daratan Flores yang berpotensi terciptanya ketidakseimbangan ekosistem lingkungan. 

Situasi ini telah memicu sekelompok masyarakat menolak rencana pengelolaan geothermal. 

Tidak hanya  sekelompok masyarakat,  sejumlah uskup yakni Uskup Agung Ende, Uskup Maumere, Uskup Larantuka, Uskup Denpasar, Uskup Manggarai  dan Uskup Labuan Bajo memberikan reaksi penolakan terdadap rencana pengelolaan geothermal di Flores. 

Sikap gereja menunjukkan keberpihakan terhadap kaum yang terdampak dari proyek geothermal. 

Sikap para uskup mencerminkan perlunya menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sehingga bumi Flores tidak menjadi tempat yang membahayakan bagi umat dan masyarakat. 

Sikap para uskup juga menjadi sebuah awasan gara para pihak yang berkepentingan  semakin bijaksana dalam mengambil  keputusan sehingga bumi Flores yang penuh kedamaian, ketenangan, bumi yang sejuk, ramah tetap terpelihara.

Kita patut beri apresiasi kepada para uskup yang telah mengambil Langkah konkret untuk menjaga bumi seperti yang diamanatkan  dalam Laudato Si

Karena itu Paus Fransiskus telah meninggalkan kita semua tapi nilai yang diwariskan mari kita hidupi. Warisannya tak pernah mati.

Paus mengatakan “Agama harus berhenti hanya membicarakan surga.” Katanya “jika ia membiarkan bumi menjadi neraka bagi generasi mendatang”.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved