Paus Fransiskus Wafat

Ribuan Umat Hadiri Misa Requiem Mendiang Paus Fransiskus di Gereja Santa Maria Assumpta Kupang

Misa ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bersama ratusan imam konselebran.

|
Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
EKARISTI - Perayaan Ekaristi Requiem untuk Bapa Suci Paus Fransiskus di Gereja Paroki Santa Assumpta Kota Kupang, Kamis (24/4/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Suasana penuh khidmat menyelimuti Gereja Paroki Santa Maria Assumpta, Kota Kupang, saat umat Katolik berkumpul dalam perayaan Ekaristi Requiem untuk mengenang mendiang Bapa Suci Paus Fransiskus.

Misa ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, bersama ratusan imam konselebran.

Ribuan umat, termasuk para biarawan-biarawati dan anggota hidup bakti, hadir dalam misa yang berlangsung pada Kamis (24/4/2025) tersebut. 

Mereka memadati seluruh bagian dalam dan luar gedung gereja.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus bukanlah suatu ilusi atau penampakan spiritual semata, melainkan suatu realitas nyata. 

Baca juga: Umat Paroki Lurasik Nyalakan Seribu Lilin dan Doa Bersama untuk Mendiang Paus Fransiskus


"Yesus yang bangkit bukan jiwa murni seperti konsep Plato atau sekadar hantu. Ia sungguh-sungguh hidup, bisa disentuh, dilihat, memiliki daging dan tulang, dan bahkan makan ikan panggang," tegasnya.

Ia melanjutkan bahwa kebangkitan Kristus melampaui semua harapan dan konsep murid-murid-Nya mengenai kehidupan setelah kematian. 

"Yesus yang telah disalibkan kini bangkit dengan tubuh yang ditransformasi, dimuliakan, tidak lagi terikat oleh ruang dan waktu, dan tidak akan mati lagi. Ini berbeda dengan kebangkitan Lazarus yang tetap terbatas oleh hukum kematian," jelasnya.

Mgr. Hironimus juga menyampaikan bahwa Gereja sejagat dan seluruh dunia sedang berduka atas wafatnya Bapa Suci Paus Fransiskus, yang disebutnya sebagai "hamba dari segala hamba Allah."

Ia menggarisbawahi keutamaan-keutamaan insani Paus Fransiskus yang dikenang dan dikagumi banyak orang dari berbagai latar belakang, terutama kesederhanaan dan kerendahan hatinya.

"Kasihnya bagi kaum miskin, tertindas, dan terpinggirkan begitu besar. Cintanya pada keadilan, perdamaian, dan keharmonisan ciptaan sangat menginspirasi," tutur Uskup.

 

Sebagai promotor keadilan dan perdamaian, Paus Fransiskus hidup dalam semangat sabda bahagia: "Berbahagialah mereka yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Mgr. Hironimus menutup homilinya dengan menyatakan bahwa misi Paus Fransiskus sebagai gembala umat telah dijalankan dengan setia dan tuntas, agar semua orang memiliki hidup dan memperolehnya dalam kelimpahan. 

"Misinya telah selesai. Ia telah pulang ke rumah Bapa," pungkasnya. (rey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved