Paus Fransiskus Wafat

Paus Fransiskus "Menciptakan Kesulitan"

Paus Benediktus XVI mengetahui semua yang terjadi dan meminta agar rahasia vatikan hanya diketahui oleh dirinya dan penggantinya. 

Editor: Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM/HO-SETPRES
DI JAKARTA - Salah satu kegiatan Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia pada tanggal 3-6 September 2024. 

Kata-kata itu mengingatkan saya akan salah tempat yang sering kita lakukan yang sekaligus menggambarkan siapa diri kita. 

Contoh paling jelas pada kupu-kupu dan lalat yang memilih tempat karena suda hada preferensi dalam dirinya. 

Kupu-kupu cenderung suka tempat yang indah dengan bunga-bunga lebat dan klembapan tinggi karena dalam dirinya ada preferensi. 

Sebaliknya lalat lebih suka tempat yang kotor dan menjijikkan karena memang dalam preferensinya diarahkan untuk itu. 

Di sini pesan tentang persoalan yang kita ciptakan bisa terjawab. Kotoran dan bangkai tidak bisa dipersalahkan sebagai penyebab. 

Masalah di dunia tidak bisa dipersalahkan (karena memang dia sudah  jadi masalah). Yang meestinya dipersoalkan adalah adalah preferensi yang sudah ada dalam diri. 

Kalau demikian maka persoalan tidak disebabkan, sumbernya ada dalam diri yang sudah punya kecendrungan kepada ‘bangkai’. Maria Magdalena berdasarkan pengalamannya sudah punya prasangka bahwa Yesus Wafat dan tempatnya ada di antara orang mati. 

Tetapi malaikat itu menghardik bahwa kalau cari Dia, cari di antara orang hidup dan bukan orang mati. 

Kata-kata ini begitu kuat menjadi pesan berharga di saat kematian Paus Fransiskus. Ia sadarkan bahwa yang ciptakan masalah dan kesulitan adalah diri kita sendiri. 

Kita ciptakan sendiri oleh preferensi, kecendrungan kita yang sudah salah sehingga salah memilih. Yang paling baik adalah tahu di mana dan kapan kita harus berada hal mana ditunjukkan Paus Fransiskus: Dengan presiden Sudan ia tahu bagaimana dan kapan. 

Dengan Messi juga ia tahu bagaimana cara masuk, dan dengan siap saja Paus yang ‘fenomenal itu tahu waktunya. 

Wafatnya Fransiskus mengingatkan agar kembali ke Galilea, berinteraksi dengan orang hidup dan baik yang akan menjadikan kita baik. 

Sebaliknya bila ada persoalan dan kita salah bergaul dengan orang yang tidak tepat, di sana masalah yang diciptakan akan kian menjadi-jadi. (*)

Simak terus berita POS-KUPANG.COM di Google News 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved