Paus Fransiskus Wafat
Paus Fransiskus "Menciptakan Kesulitan"
Paus Benediktus XVI mengetahui semua yang terjadi dan meminta agar rahasia vatikan hanya diketahui oleh dirinya dan penggantinya.
Oleh: Robert Bala
Penulis buku Mengiringi Kematian, 73 Renungan untuk Ibadat Kematian. Penerbit Ledalero, Oktober 2024.
POS-KUPANG.COM - Judul ini tentu saja provokatif. Disebut demikian karena sejak wafatnya pada Senin 21 April 2025, yang terbaca di pemberitaan seluruh jagat adalah tentang elogio (sanjungan) atas kebaikan dan keteladanannya. Karena itu judul tulisan ini tentu saja mengagetkan.
Tetapi membiarkan diri membaca tulisan ini sampai akhir tentu menjadi sebuah sanjungan kepada pembaca.
Pasalnya meski provokatif tetapi masih ingin mengetahui akhir dari tulisan ini. Hal ini mengingatkan saya akan seorang teman, misionaris asal Indonesia yang bekerja di Panama City.
Ia begitu rajin mengirim video dalam bahasa Spanyol tentang kegiatannya sambil meminta: “meski tidak mengerti tapi mohon tonton sampai akhir).
Tentu permohonan saya untuk membaca sampai akhir ini seperti permintaan sahabat di atas.
Menciptakan kesulitan yang diterjemahkan dari bahasa Spanyol ‘Fabricar dificultades’, menjadi sebuah bayangan yang sedikit menakutkan saat kardinal Jorge Bergoglio terpilih jadi Paus.
Disebut demikian karena saat terpilih, gereja tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.
Paus Benediktus XVI mengetahui semua yang terjadi dan meminta agar rahasia vatikan hanya diketahui oleh dirinya dan penggantinya.
Dengan itu sebenarnya sudah terimplisit pesan agar penggantinya adalah orang yang sejalan dan bukan seorang dari luar Eropa (apalagi Yesuit pula).
Itulah salah satu tantangan berat yang dihadapi Paus Fransikus yang diungkapkan sebagai ‘cleaning house at the Vatikan’ yang dalam bahasa Indonesia akan lebih enak dibaca: Paus diharapkan dengan program ‘bersih-bersih rumah’.
Enam tantangan lain seperti: skandal pelecehan seksual, bergaul dengan agama lain, memenangkan Barat, kemungkinan perempuan menjadi imam dan selibat opsional, modernitas dan penganiayaan merupakan masalah lain yang sangat pelik.
Yang tentu ditakutkan, seorang Paus yang sudah punya aroma ‘liberal’ dianggap akan menciptakan kesulitan.
Ia datang bukan untuk menutup-nutupi persoalan tetapi malah membukanya sehingga akan menyulitkan Gereja.
Itulah ketakutan yang wajar dan kalau ada kemungkinan untuk menghalanginya maju sebagai Paus adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.
La Repubblica Menuding Donald Trump Menderita Megalomania Patologis |
![]() |
---|
Para Kardinal Bahas Tantangan Besar yang Akan Dihadapi Paus Baru |
![]() |
---|
Cerobong Asap Sudah Terpasang di Atap Kapel Sistina Vatikan |
![]() |
---|
Proses Pemilihan Paus Pernah Berlangsung Lebih dari 2 Tahun |
![]() |
---|
Jokowi Sederet dengan Donald Trump Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Roma |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.