Paus Fransiskus Wafat
Paus Fransiskus "Menciptakan Kesulitan"
Paus Benediktus XVI mengetahui semua yang terjadi dan meminta agar rahasia vatikan hanya diketahui oleh dirinya dan penggantinya.
Setelah 13 tahun jadi Paus, sebuah periode yang singkat, bisa dipahami bayangan akan kesulitan yang sudah dicptakan.
Untuk sebuah periode, kehadirannya menakutkan terutama ketika dengan bersahaja meminta maaf kepada para korban pelecehan seksual yang dilakukan dalam gereja.
Ia segera menggantikan orang-orang yang terlibat dalam skandal Bank Vatikan. Secara keluar, tindakannya membungkuk dan mencium kaki Presiden Sudan Selatan, Salva Kiir, menjadi ungkapan simbolis yang terlalu kuat.
Sebuah pengorbanan yang tidak saja secara fisik karena saat itu ia sedang mengalami cedera kaki tetapi karena ia memimpin sebuah gereja terbesar di dunia dengan 1,2 miliar umatnya.
Tetapi satu persatu benang kusut diurai. Meski belum sampai pada puncak mengizinkan Perempuan menjadi imam, tetapi dengan mengangkat Suster Raffaella Petrini FSE sebagai Presiden Komisi Kepausan untuk Negara Kota Vatikan dan Presiden Kegubernuran Negara Kota Vatikan sejak 1 Maret 2025 menandakan bahwa hal ini kian mendekati kenyataan dan bakal terwujud selagi ia masih hidup.
Singkatnya ‘kesulitan’ yang diciptakan ternyata kini membuat dunia ‘terngaga’ tanpa kata. Yang ada hanya kagum.
Salah Tempat
Kalau di judul ‘menciptakan kesulitan’ (diberi tanda kutip), maka justru pada bagian kedua ini ditulis apa adanya tanpa tanda kutip.
Hal ini merujuk pada persoalan yang ‘dibuat-buat’, diciptakan sendiri oleh manusia dengan berbagai asumsi yang akhirnya menyulitkan hidup.
Hal ini saya peroleh di hari keempat wafatnya. Seorang sahabat dari Argentina, mengirimkan sebuah video dari tahun 2009. Saat itu Jorge Bergoglio masih menjadi Uskup Agung Buenos Aires.
Ia hadir dalam sebuah ibadat ekumenis, dalamnya orang-orang dari berbagai denominasi Kristen hadir bersama merayakan Paskah. Video itu hanya 2 menit tetapi ‘isi semuanya’.
Baginya, banyak kali terjadi persoalan karena diciptakan sendiri oleh manusia. Orang sudah mempersulit diri dengan pikiran yang kemudian membuatnya tak berdaya.
Terinpirasi dari kata-kata Malaikat kepada perempuan yang mengunjungi Yesus di pagi harinya: “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang maki?” (Lukas 24: 5) mengungkapkan tentang salah tempat yang sering kita lakukan.
Maria Magdalena mencari Dia yang hidup tempat orang mati, sebuah pencarian yang tidak akan menemukan Yesus.
Dia yang hidup harus dicari di tempat orang hidup yakni dalam hati yang berkobar, kasih yang digerakkan, dan hidup yang penuh semangat.
La Repubblica Menuding Donald Trump Menderita Megalomania Patologis |
![]() |
---|
Para Kardinal Bahas Tantangan Besar yang Akan Dihadapi Paus Baru |
![]() |
---|
Cerobong Asap Sudah Terpasang di Atap Kapel Sistina Vatikan |
![]() |
---|
Proses Pemilihan Paus Pernah Berlangsung Lebih dari 2 Tahun |
![]() |
---|
Jokowi Sederet dengan Donald Trump Saat Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Roma |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.