Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 21 April 2025, "Jadilah Saksi Kebenaran"
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal inilah kami semua adalah saksi”. Setelah berkotbah, arus bawah pendukung Petrus
Renungan Suara Pagi
HARI SENIN DLM OKTAF PASKAH
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15
Jadilah Saksi Kebenaran
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Berita tentang kebangkitan menjadi buah bibir khalayak ramai. Kisah kebangkitan dan penampakan tidak bisa didiamkan. Dengan hati berkobar-kobar Petrus dan para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus.
Tanpa rasa takut mereka tampil bersaksi: ”Yesus orang Nazaret, telah kamu bunuh dan salibkan oleh tangan-tangan bangsa durhaka, tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari alam maut.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal inilah kami semua adalah saksi”. Setelah berkotbah, arus bawah pendukung Petrus semakin banyak dan kuat. Situasi politik pun memanas.
Mahkamah Agama mulai takut kalau-kalau arus bawah semakin deras mendukung pewartaan Petrus dan para rasul.
Mahkamah menyusun strategi untuk meredahkan suhu politik itu. Maka para penjaga kubur dihasut untuk memberikan kesaksian palsu:”Kamu harus mengatakan bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencurinya ketika kamu sedang tidur”.
Serdadu-serdadu itu menerima sejumlah besar uang dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Para serdadu merasa sangat senang apalagi diberi uang secara cuma-cuma. Mengapa harus repot, kan hanya omong saja, didengar atau tidak terserah, yang terpenting uang.
Uang mempunyai porsi yang sangat sentral dalam kasus kebangkitan Yesus. Uang memainkan peran istimewa perihal pelecehan terhadap martabat manusia.
Siapa yang mau menolak kalau nasi sudah ada di piring? Siapa mau menolak kalau sudah dijamin kehidupannya?
Siapa yang yang mau menolak kalau nasib hari esok sudah diatur dengan deposito? Para serdadu tidak mungkin menolak.
Seandainya menolak, maka nasib mereka tidak menentu, mereka bisa dikabarkan hilang tanpa jejak karena ada petrus (penembak misterius) posisi Mahkamah agama tidak bisa digeser.
Kursi kebesaran tidak bisa diganti. Dan ketaatan terhadap penguasa harus dijunjung tinggi walau tindakan itu salah. Sekarang kita diminta untuk menjatuhkan pilihan atau – atau, antara para Rasul dan Mahkamah Agama. Bila pilihan kita jatuh kepada para Rasul, itu berarti kita percaya bahwa Kristus sungguh-sungguh bangkit dan Dia adalah pokok iman kita.
Kita sungguh beriman karena kesadaran hati, sebab iman bukanlah suatu permainan kata-kata, tetapi suatu pengakuan secara sungguh-sungguh dan benar kepada Kristus yang bangkit.
Bila pilihan kita jatuh kepada Mahkamah Agama, maka kita dianggap penipu dan pembohong. Kita menentang dan menipu Yesus yang menjadi tumpuan dan harapan hidup kita. Kita merekayasa iman kita sendiri.
| Renungan Harian Katolik Minggu Kerahiman Ilahi 12 April 2026: Damai Bagi Kamu |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 12 April 2026, “Melihat dan Percaya” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Yesus Mencela Ketidakpercayaan Para Murid" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Pergi adn Beritakanlah Injil" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 11 April 2026, "Dari Hati yang Tertutup Menjadi Saksi Tuhan" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD-RP_0694.jpg)