Paskah 2025
Paroki Umanen Awali Perayaan Sabtu Suci dengan Penyalaan Api Baru Sesuai Adat Setempat
Doa ini menggambarkan penghormatan kepada kekuatan ilahi, sekaligus sebagai bentuk permohonan restu dari alam dan leluhur.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sebelum Perayaan Sabtu Suci di Paroki Santa Maria Bunda Penebus Umanen-Fatuketi, Kabupaten Belu, diawali dengan ritual sakral penyalaan Api Baru atau Halaka Ha’i Haroman Ha’i (bahasa Tetun, red) yang dilaksanakan secara adat oleh Makoan (Kepala Suku, red), Sabtu (19/4/2025).
Ritual yang berlangsung khidmat ini diawali dengan doa adat yang dipanjatkan oleh Makoan kepada Allah Tritunggal, yang dalam bahasa Tetun Ama Tuan = Lolo liman la to'o - Bi'i ain la dais (Allah Bapa), Oan Mane (Putra), dan Rohul Kudus (Roh Kudus).
Doa ini menggambarkan penghormatan kepada kekuatan ilahi, sekaligus sebagai bentuk permohonan restu dari alam dan leluhur.
Prosesi penyalaan api dilakukan secara tradisional, menggunakan bambu, serbuk enau, dan sabut kelapa yang digosok hingga menimbulkan asap dan menyala menjadi api.
Api tersebut kemudian diberkati dan digunakan dalam rangkaian liturgi Sabtu Suci sebagai lambang terang Kristus yang mengalahkan kegelapan.
Ketua I Dewan Pastoral Paroki (DPP) Umanen, Yovita Reliana Bete, menyampaikan terima kasih kepada ke-12 Ketua Suku setempat serta perwakilan suku-suku yang tergabung sebagai Anggota Luar Biasa DPP Paroki, antara lain dari Suku Dawan, Timor Leste, Flores, Manggarai dan lainnya.
Yovita Reliana yang juga Lurah Umanen ini mengapresiasi kebersamaan seluruh umat dalam menjaga kekayaan budaya lokal yang menyatu dengan nilai iman Katolik.
Baca juga: 305 Personel Gabungan Siap Amankan 116 Titik Tempat Ibadah di Belu Selama Pekan Suci Paskah
"Semoga api yang melambangkan cahaya dan terang Kristus ini membawa pengharapan baru dan kegembiraan bagi seluruh umat Paroki Umanen," ungkapnya kepada Pos Kupang.
Sementara itu, Pastor Paroki Umanen, Rm. Dominggus Kabosu, Pr, menegaskan tema penyalaan api baru tahun ini adalah “Dari Alam Kita Sampai Kepada Allah.”
Menurutnya, api baru yang dinyalakan menjadi simbol awal yang baru bagi seluruh umat, memberikan kehangatan rohani dan terang yang membimbing umat menuju kebangkitan Kristus.
"Api baru ini kita pakai untuk upacara liturgi Sabtu Alleluya, sebagai simbol awal kehidupan baru yang penuh harapan," kata Romo Dominggus.
Upacara ini ditutup dengan doa bersama dan berkat penutup oleh Pastor Rekan Romo Dementri Mali, Pr.
Turut hadir dalam perayaan tersebut Pemerintah Kelurahan Umanen, para Ketua Suku, Ketua Panitia Sabtu Suci, pengurus DPP dan DKP, serta ratusan umat Paroki Umanen yang mengikuti prosesi dengan penuh khidmat hingga akhir. (gus)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.