Opini

Opini: Sinergi Anggaran Daerah

Berbagai kekhawatiran itu kiranya dapat dipahami karena kita sedang menghadapi kondisi perekonomian yang sedang berubah. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK POS-KUPANG.COM
Habde Adrianus Dami 

Dalam konteks anggaran, peran pemerintah yang efektif dalam transformasi anggaran mewujud dalam tiga faktor: (1) kepemimpinan yang kuat pada kapasitas organisasional; (2) perencanaan pembangunan yang terintegrasi dan inklusif; dan (3) kebijakan yang kontekstual dan penganggaran yang masuk akal.

Secara spesifik, memang diakui, ada pelambatan kinerja perekonomian NTT, seperti indikator pendapatan per kapita dan laju pertumbuhan pendapatan per kapita. 

Kondisi ini cukup menggambarkan, rendahnya pendapatan masyarakat yang akan menyebabkan tertahannya turunnya angka kemiskinan

Atas dasar itu, upaya memajukan daerah-daerah di NTT, yakni dari kondisi pendapatan per kapita rendah dan laju pertumbuhan pendapatan per kapita rendah (kuadran Rendah-Rendah) menuju pendapatan per kapita rendah dan pertumbuhan pendapatan per kapita tinggi (kuadran Rendah-Tinggi), untuk kemudian meningkat lagi ke pendapatan per kapita tinggi dan pertumbuhan pendapatan per kapita tinggi (kuadran Tinggi-Tinggi).

Mengangkat pemikiran, Dorojatum (2008), secara umum, setidaknya ada dua strategi pembangunan, yaitu pertama, strategi pertumbuhan seimbang. 

Strategi pertumbuhan yang seimbang, melalui pembangunan seluruh sektor dan daerah secara serentak. Lanjutnya, membutuhkan anggaran yang besar dan berkesinambungan.

Kedua, strategi pertumbuhan tidak seimbang. Lebih memilih salah satu sektor atau mengembangkan desa/kecamatan yang bisa diandalkan di suatu kabupaten. 

Strategi ini  melalui pemilihan sektor prioritas di desa tertentu untuk dikembangkan terlebih dahulu dengan harapan dapat memicu pertumbuhan perekonomian daerah secara keseluruhan.

Dengan demikian, setiap daerah  perlunya diidentifikasi dan memetakan potensi daerah serta merancang strategi pembangunan yang membangun, kontekstual dan dampaknya. 

Selain itu, menyusun peta jalan pembangunan seperti pola penganggaran, sektor prioritas yang dikerjakan termasuk strategi keterkaitan antara sektor dan daerah serta panduan dan indikator pencapaiannya. 

Sehingga bisa memproyeksikan bagaimana sebenarnya menemukan substansi pembangunan.

Sinergi anggaran

Menurut The Liang Gie (dalam Syafri, 2012), efisensi setidaknya mengandung enam pengertian, yaitu produktif dengan menghasilkan lebih banyak dari ukuran rata-rata.

Praktis artinya mudah dilaksanakan, ekonomis berarti hemat dan tidak berlebihan, rasional artinya diterima akal sehat dan sepadan dengan hasil yang dicapai, efektif artinya tujuan tercapai, dan perbandingan terbaik antara input dan output.

Dalam perspektif good governance, prinsip-prinsip tersebut dapat dimulai dari parameter rasionalitas anggaran pembangunan. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved