Belu Terkini
Pemkab Belu Jalin Kerja Sama dengan Undana Dorong Pembangunan Ekonomi
Total lahan sawah mencapai 5.676 hektar, terdiri dari 3.634 hektar irigasi teknis dan 2.300 hektar tadah hujan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Belu menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah melalui pengelolaan dana desa dan pengembangan pertanian lahan kering.
Kerja sama ini diumumkan dalam pertemuan antara Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H., dan Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, Selasa 15 April 2025 di gedung Rektorat lantai 3 Universitas Nusa Cendana, Kota Kupang.
Bupati Belu, Willybrodus Lay memaparkan bahwa Kabupaten Belu memiliki luas wilayah 1.284 km⊃2; dengan potensi pertanian yang signifikan. Total lahan sawah mencapai 5.676 hektar, terdiri dari 3.634 hektar irigasi teknis dan 2.300 hektar tadah hujan.
Namun, 90 persen lahan sawah menghadapi kegagalan panen akibat cuaca yang tidak menentu. Belu dikenal sebagai penghasil tomat yang diekspor ke Timor Leste dan cabe yang diekspor ke Maluku. Selain itu, terdapat tiga bendungan dengan luas 900 hektar, tetapi 95 persen lahan di Belu merupakan lahan kering, sementara hanya 5 persen lahan basah.
Dia juga menyoroti pengelolaan dana desa sebesar Rp1 miliar per desa untuk 69 desa, ditambah alokasi Rp 81 miliar untuk pembangunan. Namun, ia menyesalkan bahwa dana tersebut sering digunakan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), sehingga masyarakat cenderung pasif menunggu bantuan. “Kami ingin Undana membantu dalam pengawasan dan perencanaan dana desa untuk pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
Belu juga memiliki potensi hortikultura, perikanan dan pariwisata, seperti destinasi Fulan Fehan dan Patung Bunda Maria. Bupati berharap kerja sama dengan Undana dapat menghasilkan penelitian untuk pengembangan lahan kering, pembangunan pabrik porang, dan peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak daerah perbatasan sebagai mahasiswa Undana.
Rektor Undana, Maxs UE Sanam, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan komitmen Undana sebagai “Universitas NTT” yang tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen penggerak ekonomi wilayah. “Institusi bukan hanya tempat belajar, tetapi harus berdampak bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya, sejalan dengan tagline Undana, “Unggul Berdampak.”
Maxs memaparkan bahwa Undana saat ini memiliki 32.000 mahasiswa, 1.200 dosen, dan 13 program studi terakreditasi unggul. Pada 1 Maret 2025, Undana ditargetkan meraih akreditasi unggul secara institusi.
Ia menegaskan bahwa Undana siap melakukan kajian akademik untuk mendukung pengembangan ekonomi Belu, termasuk penelitian lahan kering yang dapat menjadi dasar pengajuan ke pemerintah pusat. “Kami ingin berbagi keahlian sekaligus meningkatkan kolaborasi untuk mendukung pendanaan mandiri Undana,” tambahnya.
Dalam sesi tanya jawab, para dekan Undana dan Bupati Belu membahas implementasi kerja sama, termasuk pengawasan dana desa, penelitian pertanian lahan kering, dan pengembangan potensi pariwisata serta perikanan.
Wily Lay berharap kajian dari Undana dapat memperkuat usulan pembukaan lahan kering ke Kementerian Pertanian, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan dana desa secara produktif.
Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Belu. (uan)
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
Kabupaten Belu
Rektor Undana
Maxs U E Sanam
Undana
Universitas Nusa Cendana
Bupati Belu
POS-KUPANG.COM
Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Wilibrodus Lay
Wagub NTT Dorong PLBN Motaain Jadi Pusat Ekonomi dan Interaksi Sosial |
![]() |
---|
Kadis Pariwisata Belu Januari Ajak Generasi Muda Belajar Jejak Leluhur Melalui Hal Ini |
![]() |
---|
Pameran Museum Keliling di Atambua, Hadirkan 218 Koleksi Budaya dan Ratusan UMKM |
![]() |
---|
Menapak Jejak Leluhur, Museum Keliling Hidupkan Budaya di Perbatasan RI-RDTL |
![]() |
---|
Pedagang Pasar Baru Atambua Tolak Kenaikan Tarif Ruko Rp 125 Ribu per Meter Persegi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.